PERKEMBANGAN PERSEPTUAL GIBSON


 

  1. A.    Riwayat Hidup James Jerome Gibson

James Jerome Gibson lahir pada tanggal 27 Januari 1904 di Mc Connelsville. Beliau meninggal pada tanggal 11 Desember 1979. Beliau adalah lulusan Universitas Princeton. Beliau adalah seorang psikolog Amerika, yang telah dianggap sebagai salah satu dari psikolog-psikolog  penting pada abad ke-20an dalam bidang persepsi visual. Pada awal hingga pertengahan abad ke-20 psikolog, ini dikatakan yang mental versus fisik muncul dalam oposisi dari behavioris dan sekolah Gestalt pemikiran. Di sisi lain, para behavioris ingin benar-benar mengabaikan kotak hitam dari domain mental dalam rangka untuk menjelaskan pengalaman, sementara di sisi lain, Gestaltists ingin menggunakan aturan mental untuk menjelaskan fenomena yang sama.

James Gibson kemudian mengambil oposisi ini dengan benar dan berpikir bahwa ada dua sekolah yang baik yang menghambat dari kemajuan oleh konseptual yang sama Dualisme Cartesian yaitu Cartesian implisit. James Gibson seperti tokoh revolusioner di bidang psikologi, bukan hanya karena ia seorang pencoba cemerlang, tetapi juga karena kerangka teoretisnya menjadi awal yang radikal dari dualisme Cartesian implisit yang melanda psikologi dan filsafat selama ratusan tahun. Dia mampu bergerak di luar kerangka stimulus-respon dan masuk ke skema konseptual yang membawa organisme dalam lingkungan yang serius.

Para behavioris ingin memaksakan perbedaan antara pasukan fisikalis dan mental yaitu dunia fisik merangsang alam mental kemudian menyebabkan tubuh bereaksi. Para psikolog Gestalt juga ingin menjaga dua bidang yang terpisah, tetapi berbeda dari behavioris dengan mencoba menyelidiki fenomenologis pikiran melalui kognitif aturan organisasi Gestalt. Dalam teori persepsinya, Gibson mampu menghindari jebakan dualistik dengan fokus pada integrasi mental dan fisik ke dalam satu domain yaitu ranah organisme bermakna bertindak dalam lingkungan, sebagai lawan menjadi penerima stimulus pasif.

 

  1. B.     Perkembangan Persepsi

Dalam psikologi Gibsonian, konsep eksplorasi sebagai aspek penting dari persepsi. Gibson menyamakan persepsi terhadap aktivitas, atau keterampilan aktif yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang lingkungan. Gibson mengatakan bahwa persepsi aktif, bukan pasif. Dalam hal ini eksplorasi, tidak hanya menerima eksplorasi gerakan mata, kepala, dan bahkan eksplorasi lokomotor dalam pemikiran mungkin sekitar semua sebagai sebuah pencarian untuk informasi lebih lanjut.

Secara tradisional, persepsi telah dianalisis dalam hal versus proksimal rangsangan distal . Artinya, foton distal merangsang fotoreseptor retina proksimal, pikiran menafsirkan informasi ini. Kerangka alternatif yang diusulkan Gibson berusaha untuk menganalisis stimulus yang merangsang organisme, bukan retina. Dengan demikian, psikologi Gibsonian berusaha untuk menjelaskan persepsi dalam hal suatu organisme aktif menjelajahi lingkungan dan mendapatkan informasi tentang kata lingkungan untuk tujuan evolusi, sebagai lawan menjadi responden pasif hanya terhadap rangsangan fisik memukul retina.

Lingkungan terdiri dari semacam reservoir stimulus mungkin bagi kedua persepsi dan tindakan, cahaya, panas, suara, gravitasi, dan kontak potensial dengan benda-benda yang mengelilingi individu lautan energi telah variabel pola dan urutan yang dapat didaftarkan oleh organ akal. Gibson mengusulkan bahwa perbedaan mendasar tidak antara tingkat yang berbeda atau bentuk stimulus dalam persepsi, melainkan antara mode aktivitas perilaku sukarela / persepsi versus stimulasi memaksakan.

Perbedaan berada di bekas rangsangan diperoleh oleh organisme aktif pada tingkat fungsional. Gibson yakin bahwa persepsi adalah cara dimana pengamat tetap berhubungan dengan hal-hal berharga sekitar mereka sehingga menyebabkan penolakan, bukan hanya dari behaviorisme, tetapi teori penyebab persepsi juga. Dia datang untuk mempertimbangkan persepsi kegiatan individu termotivasi, bukan hasil dari sebab-sebab fisik menimpa tubuh yang di dalamnya pikiran terjebak.

 

 

Berikut ini akan dijelaskan perkembangan persepsi menurut Gibson, yaitu :

  1. The perception of the Visual World (Persepsi awal tentang Dunia Visual)

Persepsi ini menjelaskan tentang ide persepsi langsung dari lingkungan di sekitar kita. Gibson menentang respon psikologi ini, pertama-tama dengan menggunakan metodologi penelitian dualisme, dan kedua, dengan mengedalilkan kerangka teoritis untuk hasil penelitiannya. Dalam karya klasiknya, Persepsi Dunia Visual (1950), ia menolak teori behaviorisme dan pendekatan klasik dan orang lain yaitu persepsi untuk melihat berdasarkan karya eksperimental teorinya memelopori gagasan bahwa sampel pengamat informasi dari dunia visual luar menggunakan sistem perseptual aktif bukan pasif, dan menerima masukan melalui mereka indera dan kemudian memproses input ini untuk mendapatkan sebuah konstruksi dunia. Bagi Gibson, dunia itu berisi invarian informasi yang dapat diakses secara langsung ke sistem persepsi manusia dan hewan yang menyesuaikan diri untuk mengambil informasi ini melalui persepsi langsung.

Dalam hal persepsi visual, beberapa orang benar-benar dapat melihat perubahan persepsi dalam mata batin mereka. The esemplastic alam telah ditunjukkan oleh percobaan sebuah gambar ambigu memiliki beberapa interpretasi pada tingkat persepsi. Salah satu objek dapat menimbulkan banyak persepsi. Masalah ini berasal dari kenyataan bahwa manusia tidak dapat memahami informasi baru, tanpa kebiasaan yang melekat pada pengetahuan mereka sebelumnya. Dengan pengetahuan seseorang dapat  menciptakan realitas atau kebenaran, karena manusia hanya dapat memikirkan hal yang telah terbuka.

Ketika melihat obyek tanpa pemahaman, pikiran akan  mencoba untuk meraih sesuatu yang sudah dilihatnya. Hal itu paling erat hubungannya dengan pengalaman asing dari masa lalu kita, membentuk apa yang kita lihat, ketika kita melihat hal-hal yang tidak kita pahami. Ambiguitas persepsi tidak terbatas pada visi. Sebagai contoh, baru-baru ini menyentuh persepsi penelitian Robles De La Torre & Hayward 2001 menemukan bahwa kinesthesia berdasarkan persepsi haptic sangat bergantung pada kekuatan alami selama sentuh. Teori kognitif persepsi menganggap ada kemiskinan stimulus. Dengan mengacu pada persepsi klaim, sensasi datang dengan sendirinya, tidak mampu memberikan deskripsi yang unik di dunia. Sensasi membutuhkan peran model mental dari seseorang.

 

  1. The Senses Considered as Perceptual System (Indra yang dianggap sebagai Sistem perceptual)

Persepsi isi menyajikan jenis yang ada di lingkungan sebagai asal persepsi. Selama seperempat abad ini, Gibson memuat tulisan yang signifikan banyak bersama dengan istrinya, Eleanor J. Gibson. Mereka menolak penjelasan persepsi melalui Behavioristik asumsi bahwa asosiasi stimulus­respons account untuk semua bentuk pembelajaran, termasuk pembelajaran persepsi. Mereka berpendapat bahwa belajar adalah persepsi yang melihat lebih banyak kualitas untuk membedakan stimulus di lingkungan, bahwa pandangan itu adalah akuisisi baru, lebih berbeda, ada tanggapan yang berkaitan dengan stimulus.

Gibson mempelajari persepsi yang terdiri dari 2 variabel, yaitu menanggapi rangsangan fisik yang sebelumnya tidak menanggapi. Serta belajar yang seharusnya selalu menjadi bahan perbaikan untuk berhubungan dekat dengan lingkungan. Gibson menyajikan teori persepsinya dalam The Senses Considered as Perceptual System (1966). Hal ini dimulai dengan seluruh organisme yang perseptor, ia dimulai dengan lingkungan yang akan dirasakan. Jadi, munculnya pertanyaan-pertanyaan tidak karena perseptor construct dunia dari input sesorik dan pengalaman masa lalu, melainkan informasi apa yang langsung tersedia di lingkungan ketika seseorang atau hewan berinteraksi dengannya.

Gibson menyarankan bahwa sistem persepsi yang peka terhadap invariants dan variabel dalam lingkungan secara aktif mencari melalui interaksi. Bagi Gibson, lingkungan berisi informasi yang obyektif, yang memungkinkan pengakuan atas sifat permukaan, benda. Kritis dengan model Gibson adalah persepsi yang merupakan proses aktif, melibatkan gerakan. Invariants inilah yang memungkinkan pengamat untuk melihat lingkungan dan objek di dalamnya, dan invariants ini adalah bagian dari lingkungan sehingga persepsi tidak hanya secara langsung tetapi pandangan dunia yang akurat.

Gibson menolak pendekatan tradisional yang secara alami, melainkan bahwa obyek persepsi dalam diri berarti makna tambahan melalui proses mental yang lebih tinggi seperti kognisi atau memori. Pendekatan Gibson sangat berbeda. Ia berargumen bahwa makna eksternal untuk perseptor terletak pada apa yang diamati oleh  lingkungan.

 

  1. The Ecological Approach to Visual Perception (Pendekatan ekologis untuk Visual Persepsi)

Selama beberapa tahun terakhir, banyak peneliti perkembangan perseptual pada bayi yang dituntun oleh pandangan ekologi dari Eleanor dan James J. Gibson. Persepsi ini mencerminkan perkembangan pemikiran dan penekanan pada makna melalui interaksi antara persepsi dan tindakan, affordances lingkungan hidup. Gibson menggunakan pendekatan ekologi untuk persepsi, yang didasarkan pada interaksi antara pengamat dan lingkungan. Beliau menciptakan istilah affordance yang berarti kemungkinan interaktif dari suatu obyek atau lingkungan tertentu. Konsep ini telah banyak memberikan pengaruh dalam bidang desain dan ergonomis, serta bekerja dalam konteks interaksi antar manusia-mesin.

Gibson mengatakan bahwa kita tidak harus mengambil sebagian data dari sensasi dan membuat gambaran dalam pikiran kita. Untuk sistem perseptual kita dapat memilih dari informasi yang banyak disediakan oleh lingkungan. Menurut pandangan ekologi Gibson, kita secara langsung mempersepsikan informasi yang ada di dunia sekitar kita. Persepsi membuat kita memiliki hubungan dengan lingkungan untuk berinteraksi dan beradaptasi terhadap lingkungan tersebut. Persepsi dibuat untuk tindakan. Persepsi memberi orang informasi tentang cara atau tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh seseorang dalam kehidupannya.

Persepsi ekologi pendekatan James J. Gibson menolak asumsi kemiskinan stimulus dengan menolak gagasan bahwa persepsi berbasis sensasi. Ia menyelidiki informasi apa yang sebenarnya disajikan kepada sistem persepsi. Dia dan para psikolog yang bekerja di dalam memikirkan bagaimana dunia bisa ditetapkan mengeksplorasi melalui proyeksi yang sah dari informasi tentang dunia. Spesifikasi merupakan pemetaan 1:1 dari beberapa aspek dunia ke dalam persepsi diberikan seperti pemetaan, pengayaan tidak diperlukan dan persepsi adalah persepsi langsung.

Salah satu eksperimen psikologi klasik menunjukkan waktu reaksi jawaban lebih lambat dan kurang akurat ketika setumpuk kartu bermain dibalik warna sesuai simbol untuk beberapa kartu (misalnya sekop merah dan hati hitam). Terdapat juga bukti bahwa otak dalam beberapa hal beroperasi pada sedikit  keterlambatan, untuk memungkinkan impuls saraf dari bagian tubuh yang jauh yang akan diintegrasikan ke dalam sinyal simultan.

Pemahaman ekologi persepsi yang berasal dari Gibson karya awal adalah persepsi in action, pengertian bahwa persepsi adalah properti syarat tindakan bernyawa. Tanpa persepsi tindakan akan berjalan, dan tanpa persepsi tindakan tidak akan bermanfaat. Animasi tindakan membutuhkan baik persepsi dan gerak, dan persepsi dan gerakan dapat digambarkan sebagai dua sisi mata uang yang sama, koin adalah tindakan. Gibson bekerja dari asumsi tersebut, bahwa entitas tunggal, yang ia sebut invarian, sudah ada di dunia nyata dan bahwa semua proses persepsi ini adalah untuk rumah di atas mereka.

Pandangan yang dikenal sebagai konstruktivisme (yang dimiliki oleh filsuf seperti Ernst von Glasersfeld ) menganggap penyesuaian terus-menerus persepsi dan tindakan untuk input eksternal sebagai tepat apa merupakan entitas, yang karenanya jauh dari invarian sedang. Glasersfeld menganggap sebuah invarian sebagai target yang harus ada dan kebutuhan pragmatis untuk memungkinkan suatu langkah awal pemahaman akan didirikan sebelum memperbarui bahwa pernyataan bertujuan untuk mencapai invarian tidak dan tidak perlu mewakili aktualitas. Teori konstruksionis sosial sehingga memungkinkan untuk penyesuaian evolusi yg diperlukan.

 

C. Persepsi Langsung

Gagasan di balik jarak adalah bahwa pengamat memperhatikan isyarat kritis. Sebagai contohnya, bahwa satu benda tampak lebih besar dari benda lain dan kemudian secara tidak sadar untuk menyimpulkan informasi jarak dari isyarat tersebut. Kesimpulan ke bawah sadar ini diperkenalkan oleh Helmotz pada tahun 1909. Walaupun hal ini masih terus menjadi gagasan penting dalam penelitian persepsi, beberapa ahli psikologi telah mencoba mencari pendekatan lain tentang persepsi kedalaman.

Gibson menyatakan bahwa kita tidak menyimpulkan kedalaman, tetapi hanya menghayatinya secara langsung. Untuk dapat memahami gagasan Gibson, akan sangat berguna jika kita membahas di mana orang biasanya mencari informasi tentang kedalaman.

Gibson berpendapat, bahwa orang tidak mencari isyarat yang menonjol di udara, seperti ukuran relative, superposisi, dan ketinggian relative orang mencari informasi pada latar itu sendiri.

 

D. Persepsi Kedalaman

Persepsi kedalaman menurut Gibson merupakan masalah penangkapan invariant tersebut secara tidak langsung. Jadi, kita tidak perlu memproses informasi yang diberikan oleh isyarat, kedalaman yang tersebar, tetapi kita dapat langsung menghayati informasi kedalaman yang diberikan oleh tekstur (Goldstein, 1989) Pengantar Psikologi perkembangan halaman 285-286-287. Eleanor Gibson dan Richard Walk (1960), menentukan bahwa sebagian besar bayi tidak akan merangkak ke arah kaca, yang mengindikasikan bahwa mereka memiliki persepsi kedalaman. Selain itu membangun sebuah miniatur jurang dengan turunan curam yang ditutupi kaca dalam laboratorium.

Mereka menempatkan bayi pada tepi jurang visual ini dan ibu mereka mereka membujuk mereka merangkak ke atas kaca. Kebanyakan bayi tidak mau merangkak ke atas kaca, melainkan memilih tetap berada di tempat yang rata, mengindikasikan bahwa mereka dapat mempersepsikan kedalaman. Bayi yang berumur 6-12 bulan dalam eksperimen jurang visual yang luas. Bayi mengembangkan kemampuan untuk menggunakan tanda-tanda binokuler terhadap kedalaman di dekitar usia 3 atau 4 bulan.

Bayi umur 2-4 bulan menunjukkan perbedaan detak jantung ketika mereka ditempatkan secara langsung pada sisi yang turun dari jurang visual dibandingkan dengan sisi yang rata. Dengan perbedaan ini dapat berarti bahwa bayi bereaksi terhadap beberapa karakteristik visual dari jurang turun dan jurang rata, tanpa pengetahuan aktual mengenai kedalaman.

Pada umur 3 atau 4 tahun anak menjadi semakin efisien dalam mendeteksi batasan antar warna misalnya, merah dan oranye. Ketika mereka berusia sekitar 3 atau 4 tahun , kebanyakan otot mata anak cukup berkembang untuk digerakkan secara efisien mengikuti serangkaian huruf. Banyak anak prasekolah menderita rabun dekat, tidak dapat melihat jauh. Meskipun mereka baru memasuki kelas 1 sekolah dasar, sebagian besar anak memfokuskan mata mereka dan mempertahankan perhatian mereka secara efektif pada benda dekat.

Tanda-tanda masalah penglihatan pada anak meliputi menggosok-gosok mata, kedipan mata yang berlebihan, menyipitkan mata, terlihat terganggu ketika memainkan permainan yang memerlukan penglihatan jauh yang baik, menutup satu mata, dan menundukkan atau memajukan kepala ketika melihat sesuatu.

 

E.  Pemasangan Perseptual -Motorik

Perbedaan antara persepsi dan melakukan telah menjadi tradisi lama yang dihormati dalam psikologi. Meskipun demikian, sejumlah ahli dalam perkembangan perseptual dan motorik mempertanyakan apakah perbedaan ini masuk akal. Fokus penelitian utama dalam pendekatan sistem dinamik Esther Thelen adalah untuk menjelajahi bagaimana orang merakit perilaku motorik untu berpersepsi dan bertindak.

Tema utama dalam pendekatan ekologi dari Eleanor dan James J Gibson adalah untuk menemukan bahwa persepsi menuntun tindakan. Tindakan dapat menuntun persepsi, dan persepsi dapat menuntun tindakan. Hanya dengan menggerakkan mata, kepala, tangan, dan lengan atau dengan bergerak dari satu ke tempat lain, seseorang dapat secara penuh merasakan lingkungannya dan belajar bagaimana beradaptasi terhadapnya. Persepsi dan tindakan dipasangkan.

 

F. Affordances

Gibson mendefinisikan affordance sebagai kualitas objek, atau lingkungan, yang memungkinkan seorang individu untuk melakukan tindakan. Gibson awalnya memperkenalkan istilah dalam artikelnya pada tahun 1977, dengan Teori affordances, dan menjelajahinya lebih lengkap dalam bukunya, The Ecological Approach to Visual Perception.

The affordances lingkungan hidup adalah apapun benda yang tersedia pada lingkungan yang baik ataupun buruk. Gibson bermaksud dengan sesuatu yang merujuk pada lingkungan dan hewan dengan cara yang tidak ada istilah tidak ada.

Affordances adalah kemungkinan tindakan laten di lingkungan, objektif terukur, dan independen dari kemampuan individu untuk mengenali mereka, tetapi dalam hubungan dengan aktor dan karena itu bergantung pada kemampuan mereka. Tata letak yang berbeda mampu perilaku yang berbeda untuk binatang yang berbeda, dan pertemuan mekanis yang berbeda (Gibson 1979, 128). Jadi, objek yang berbeda mampu kesempatan yang berbeda untuk jenis permukaan yang berbeda mungkin menawarkan dukungan untuk laba-laba, tetapi bukan-gajah serta dalam suatu spesies, seperti yang affords duduk untuk anak tidak dapat melakukannya untuk orang dewasa, dan sebaliknya.

Teori Gibson tentang affordances sangat sulit untuk diterima atau dipahami. Berdasarkan persepsi system daripada indera sudah sulit bagi orang lain yang memahaminya. Gibson mencoba untuk membuktikan bahwa sistem perseptual sangat berbeda dari rasa, satu yang sedang aktif dan pasif lainnya. Orang-orang berkata, apa yang saya maksud dengan arti merupakan pengertian aktif syaraf. Itu bukan apa yang saya dimaksud dengan sistem perseptual kegiatan mencari, mendengarkan, menyentuh, merasakan, atau mencium. Apakah affordance dari kursi (duduk) yaitu suatu properti dari kursi, atau dari orang yang duduk di atasnya atau yang memandang sebagai sesuatu yang mungkin untuk duduk di atas, atau sesuatu yang lain? Suatu orang yang berinteraksi dengan sebuah properti yang berinteraksi dengan milik agen sedemikian rupa sehingga suatu kegiatan dapat didukung. Karakteristik obyek dan pengaturan dalam lingkungan yang mendukung kontribusi mereka untuk kegiatan interaktif. Pada lingkungan affords tersedia potensi tindakan banyak pengamat aktif. Bagi Gibson, affordance yang berada di luar pengamat adalah di lingkungan, yang berpotensi karena tergantung pada hubungan antara lingkungan dan pengamat aktif.

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.      Kesimpulan

James jemore adalah Seorang Amerika psikolog, salah satu yang penting abad kedua puluh psikolog yaitu persepsi yang didasarkan pada interaksi antara pengamat dan lingkungan. Perkembangan persepsi menurut Gibson berubah-ubah dari takun ke tahun. Persepsi tersebut diambil langgsung dari lingkungan dari sekitar Gibson tinggal dan dari pengalaman-pengalaman pada masa hidup Gibson. Semakin besar kepedulian Gibson terhadap lingkungannya, semakin banyak pula persepsi yang diambil yang akhirnya dibukukan. Diantaranya, karya Gibson yang terkenal ada 3; The perception of the Visual World (Persepsi awal tentang Dunia Visual) (1950), The Senses Considered as Perceptual System (Indra yang dianggap sebagai Sistem, perceptual) (1966), dan yang terakhir The Ecological Approach to Visual Perception (Pendekatan ekologis untuk Visual Persepsi) (1979).

 

  1. B.       Saran

Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan.Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran untuk meningkatkan kulitas dalam pembuatan makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Elisabeth, H. B. Pengantar Psikologi Edisi Kesebelas Jilid 1. Batam: Interaksara.

http://www.faktailmiah.com/category/psikologi-2/berita-psikologi. (2010, September 18).

Retrieved Maret 12, 2011, from http://www.faktailmiah.com/:

http://www.faktailmiah.com/category/psikologi-2/berita-psikologi

Santrock, J. W. (2007). Perkembangan Anak. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Utari, A. T. (2009, Juni 18). http://arianitriutari.blogspot.com/2009/06/persepsi.html.

Retrieved Maret 12, 2011, from http://arianitriutari.blogspot.com/: http://arianitriutari.blogspot.com/2009/06/persepsi.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GAMBAR 2.

KETERGANTUNGAN MAKHLUK HIDUP


 

  1. A.    SALING KETERGANTUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK

Ekosistem tersusun dari beberapa komponen. Antara komponen-komponen ekosistem terjadi saling ketergantungan, yang berupa makan dimakan, atau dalam bentuk persekutuan hidup. Makhluk tergantung pada lingkungannya, baik lingkungan abiotik atau biotik. Keadaan komponen abiotik yang sesuai bagi satu jenis makhluk berbeda untuk jenis makhluk yang lainnya. Dalam ekosistem lingkungan abiotik sangat menentukan jenis-jenis makhluk yang dapat sesuai dengan lingkungan tertentu.

Di daerah sekitar muara sungai, tanahnya berlumpur dan hampir selalu tergenang air. Kadar garam tinggi dan kandungan oksigen dalam tanah rendah. Di daerah berlumpur, tumbuhan bakau merupakan salah satu tumbuhan yang khas. Mempunyai ciri yang khas pada struktur akar dan cara berkembangbiaknya. Tumbuhan dan hewan yang hanya ada di daerah pegunungan hidupnya tergantung pada keadaan suhu yang cukup rendah. Cacing yang hidup di dalam tanah akan menyebabkan adanya rongga-rongga dalam tanah. Rongga-rongga tersebut akan terisi oksigen sehingga kadar oksigen dalam tanah bertambah.

Di daerah yang banyak pohon terasa lebih sejuk dibandingkan dengan yang jarang ada pohonnya. Pohon-pohon yang besar dapat mempengaruhi suhu suatu tempat. Dari hal-hal di atas tampak bahwa komponen biotik dan abiotik itu saling mempengaruhi. Ada saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik.

Gambar 3.1 Ekosistem

Saling ketergantungan dapat terjadi antara:

  1. Komponen biotik dengan biotik yang lain, seperti:
    1. Saling ketergantungan antara mahkluk hidup yang sejenis

Hewan jantan dengan hewan betina untuk dapat berkembangbiak

Semut yang satu dengan semut lain saat membawa makanan

  1. Saling ketergantungan antara mahluk hidup yang tak sejenis

Bunga membutuhkan kupu-kupu untuk melakukan penyerbukan

Ulat membutuhkan tumbuhan untuk makanannya

  1. Komponen biotik dengan abiotik, seperti:

Tumbuhan hijau membutuhkan air, CO2, dan sinar matahari untuk proses fotosintesis

Semua mahluk hidup membutuhkan O2 untuk bernafas.

 

  1. B.     RANTAI MAKANAN

Dalam suatu ekosistem terjadi proses makan dimakan. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dalam urutan tertentu berupa garis linier. Pada rantai makanan terjadi perpindahan energy dari produsen ke konsumen 1, dari konsumen 1 ke konsumen 2, dan seterusnya. Rangkaian makan yang satu alur terjadi bila satu macam produsen dimakan oleh satu macam konsumen pertama dan pada gilirannya dimakan oleh satu macan konsumen kedua. Makan dan dimakan tadi mungkin tidak berhenti pada konsumen kedua karena ada konsumen yang makan konsumen kedua tadi. Dalam hal ini pemakan konsumen kedua disebut konsumen ketiga. Konsumen  yang menjadi pemakan terakhir dikenal sebagai konsumen puncak. Urutan peristiwa makan dan dimakan di atas dapat berjalan seimbang dan lancar bila seluruh komponen tersebut ada. Bila salah satu komponen tidak ada, maka terjadi ketimpangan dalam urutan makan dan dimakan tersebut.

Agar rantai makanan dapat terus berjalan, maka jumlah produsen harus lebih banyak daripada jumlah konsumen kesatu, konsumen kesatu lebih banyak daripada konsumen kedua, dan begitulah seterusnya. Ada satu lagi komponen yang berperan besar dalam rantai makanan, yaitu pengurai. Pengurai adalah makhluk hidup yang menguraikan kembali zat-zat yang semula terdapat dalam tubuh hewan dan tumbuhan yang telah mati. Hasil kerja pengurai dapat membantu proses penyuburan tanah. Contoh pengurai adalah bakteri dan jamur. Berikut contoh rantai makanan:

Gambar 5.1 Rantai Makanan

Rantai makan dapat terjadi di ekosistem manapun. Dalam ekosistem air pada umumnya yang menjadi produsen yaitu jenis ganggang yang disebut fitoplankton. Fitoplankton merupakan tumbuhan kecil yang melayang-layang di air. Fitoplankton sebagai produsen akan dimakan oleh zooplankton yang berupa hewan kecil-kecil. Zooplankton akan dimakan oleh ikan kecil dan akhirnya ikan kecil dimakan ikan besar. Dari rantai makanan tersebut yang menjadi konsumen pertama yaitu zooplankton.  Agar lebih jelas, berikut ini contoh ekosistem yang terjadi di perairan:

fitoplankton          zooplankton         ikan kecil         ikan besar

Pada akhir pada akhirnya semua makhluk yang menjadi bagian dari suatu rangkaian makan dimakan tadi akan mati dan semuanya akan diuraikan oleh pengurai. Konsumen terakhir tersebut merupakan konsumen puncak karena tidak ada yang memakannya. Konsumen puncak mati bukan karena dimakan. Pengurai dalam ekosistem tergantung pada produsen dan konsumen yang mati.

  1. C.    JARING-JARING MAKANAN

Pada kenyataannya di alam tidak pernah terjadi bahwa satu macam produsen hanya dimakan oleh satu macam konsumen pertama. Yang sering terjadi adalah satu macam produsen dimakan oleh beberapa macam konsumen pertama dan satu macam konsumen pertama dimakan oleh beberapa konsumen kedua. Demikian pula satu macam konsumen tidak hanya tergantung pada satu macam makanan saja. Pada umumnya kambing tidak hanya makan rumput tetapi juga makan dedaunan beberapa jenis tumbuhan.

Daun-daun yang menjadi makanan kambing dapat juga menjadi makanan ulat, belalang atau herbivora lain. Apabila disimak dengan baik tenyata hubungan makanan yang saling berhubungan tersebut dinamakan jaring-jaring makanan.  Jaring-jaring makanan yaitu sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan. Hal ini bisa terjadi karena produsen tidak hanya dimakan oleh satu jenis konsumen dan sebaliknya konsumen tidak hanya tergantung dari satu macam produsen.

Seperti halnya rantai makanan, jaring-jaring makanan juga dapat ditemui dalam ekosistem darat dan air.

Contoh:

Kambing         Manusia

Rumput

Ulat                 Burung

Ular            Pengurai

Ayam              Kucing

Padi

Tikus

Gambar 6.1 Jaring-jaring Makanan

  1. D.    PIRAMID EKOLOGI

Jaring-jaring makanan tertentu kadang-kadang sangat rumit untuk dapat digambarkan secara jelas rangkaian makan yang ada dalam ekosistemnya. Jaring-jaring makanan juga tidak dapat menunjukkan jumlah komponen biotik yang berada dalam satu rantai makanan tadi. Satu cara yang digunakan untuk menunjukkan jumlah tiap bagian yaitu dengan suatu piramid ekologi.

Dalam piramid ekologi jumlah tiap kelompok komponen biotik digambarkan dalam bentuk balok melintang. Panjang balok melintang sebanding dengan jumlah komponen biotik yang digambarkan. Balok bagian bawah yaitu bagian produsen selalu lebih panjang dari bagian atasnya.

Agar jaring-jaring makanan dalam jaring-jaring kehidupan dapat berlanjut, maka massa produsen harus lebih banyak dari masa konsumen I, massa konsumenI  harus lebih banyak dari massa konsumen II, dan seterusnya. Bila digambarkan maka akan terbentuk piramida makanan. Jadi piramida ekologi  adalah peristiwa makan dan dimakan yang tersusun berdasarkan massa organism, dengan urutan dari bawah ke atas, dimulai dari produsen-konsumen I- konsumen II, dan seterusnya.

Berikut ini gambar piramid ekologi:

Gambar 7.1 Piramid Ekologi

  1. E.     POLA INTERAKSI ORGANISME

Pada suatu ekosistem, interaksi tidak hanya pada rantai makanan maupun jaring-jaring makanan. Adapula interaksi yang bukan merupakan hubungan makan dimakan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai hubungan lain yang bukan merupakan hubungan makan dimakan:

  1. Predasi

Adalah hubungan makan dan dimakan antara produsen dengan konsumen I, konsumen I dengan konsumen II, dan seterusnya.

Contoh:

  1. Ikan kecil dimakan ikan besar
  1. Banteng dimakan singa

Gambar 8.1 Predasi

  1. Kompetisi adalah pola interaksi dua  organisme atau lebih yang sifatnya persaingan atau perebutan dalam mencukupi kebutuhan makanan yang sama dan tempat hidup. Tumbuhan membutuhkan cahaya matahari, air, mineral, dan ruang untuk tumbuh. Hewan membutuhkan makanan juga tempat untuk berlindung.

Contoh:

  1. Sapi,kelinci,kambing berebut untuk mendapatkan rumput.
  2. Kompetisi jagung dengan kacang untuk mendapatkan unsur hara.
  3. Rumput teki, rumput gajah, dan ilalang berebut untuk mendapat air, zat mineral, gas O2 dan CO2.

Gambar 8.2 Kompetisi

Jadi, kompetisi akan terjadi meskipun tidak ada kontak langsung antara yang berkompetisi.

  1. Simbiosis adalah hubungan timbal balik yang sangat erat antara dua atau lebih organism yang berbeda jenisnya. Ada beberapa macam hubungan simbiosis yaitu:
    1. Simbiosis komensalisme yaitu hubungan timbal balik antara dua macam organisme, dengan satu jenis mendapat keuntungan sedangkan jenis yang satu lagi tidak dirugikan.

Contoh:

1)

Ikan remora dengan ikan hiu. Ikan remora yang berenang di dekat tubuh ikan hiu akan turut menjelajah ke mana pun ikan hiu itu pergi. Ikan remora menjadi aman dari ancaman ikan pemangsa lain karena ikan pemangsa takut terhadap ikan hiu. Sedangkan bagi ikan hiu, ada tidaknya ikan remora tidak berpengaruh terhadapnya.

Gambar 9.1 Ikan Remora dengan ikan hiu

2)      Anggrrek hidup secara epifit pada pohon kamboja dengan menempel mendapat banyak cahaya, air, juga zat-zat yang diperlukan. Sehingga angrrek mendapat keuntungan namun kamboja tidak dirugikan.

Gambar 9.2 Anggrek menempel pada pohon kamboja

  1. Simbiosis parasitisme yaitu hubungan timbal balik antara dua macam organisme, yang mana organisme  satu mengambil makanan dari makhluk lain, dapat dikatakan juga bahwa organisme satu mendapat untung sedangkan organism lain merasa dirugikan. Parasit umumnya lebih kecil dari inangnya dan menjalani hidupnya sebagian besar pada inangnya. Selama parasit menempel pada inang selama itulah ia mengambil makanan darinya.

Contoh:

1)      Tali putri dengan beluntas

2)      Benalu dengan inang

Gambar 10.1 Benalu dengan inang

3)      Cacing kremi dalam perut manusia

4)      Bunga raflesia mengisap makanan yang dibuat tumbuhan inangnya. Akibatnya, bunga raflesia dapat tumbuh subur, sedangkan tumbuhan inangnya lama kelamaan akan mati.

  1. Simbiosis mutualisme yaitu hubungan timbal balik antara dua macam organisme yang berbeda, dimana keduanya saling mendapatkan untung.

Contoh:

1)      Rhizobium diakar tumbuhan polong

Rhizobium adalah bakteri yang dapat mengikat unsur N dari udara bebas. Tumbuhan memperoleh nitrogen lewat Rhizobium yang mengikat N tersebut.

Gambar 10.2 Rhizobium di akar polong

2)      Seekor kerbau dengan burung jalak. Kerbau memperoleh keuntungan dengan habisnya kutu yang menempel di tubuhnya, sedangkan burung jalak merasa untung karena mendapatkan makanan berupa kutu.

Gambar 10.3 Kerbau dengan burung jalak

3)      Hubungan antara kupukupu atau lebah dengan tanaman berbunga.  Kupukupu dan lebah membutuhkan nektar yang terdapat pada bunga sebagai makanannya. Bunga membutuhkan kupu-kupu atau lebah untuk  membantu terjadinya proses penyerbukan.

Gambar 11.1 Kupu-kupu menghisap madu bunga

  1. Antibiosis adalah hubungan antara dua makhluk hidup, organisme yang satu menghambat pertumbuhan yang lain. Contoh: hubungan antara jamur dengan Pennicillium notatum dengan jamur/bakteri tertentu. Pennicillium adalah jenis jamur yang dapat menghasilkan zat anti biotika penicillin, bakteri atau jamur yang hidup bersama akan terhambatpertumbuhannya bahkan ada yang mati. Mak, manusia memanfaatkan zat antibiotika untuk mengobati penyakit. Semua organism yang menghambat pertumbuhan organism lain dinamakan antibiosis.

Gambar 11.2 Antibiosis

  1. Netral adalah pola interaksi dua atau lebih makhluk hidup bersama dalam suatu habitat, namun tidak saling merugikan atau menguntungkan. Hal ini dikarenakan mereka tidak saling berebut sumber daya alam yang sama.

Gambar 11.3  Semut

DAFTAR PUSTAKA

Rositawaty, S. (2008). Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4. Semarang: PT. Masscom Graphy.

Sumarwan, dkk. (2002). Sains Biologi SLTP Kelas 1. Jakarta: Erlangga.

PANCASILA


AKSELERASI PEMBANGUNAN YANG BERLANDASKAN FILSAFATI PANCASILA

Pengetahuan, Ilmu Empiris dan filsafat
Manusia adalah makhluk berfikir yang menghasilkan pengetahuan secara spontan maupun sistematis-reflektif. Pengetauhuan spontan diperoleh manusia secara langsung berdasarkan hasil tangkapan inderawi yang bersifat terikat oleh perubahan ruang dan waktu. Reflektif berarti pengetahuan yang berdasarkan pada metode-metode, abstrak, menggali, menghubungkan dan memaknai. Pengetahuan reflektif ada beberapa macam yaitu ilmu empiris, filsafat, ilmu agama, teknologi dan seni. Ilmu empiris memfokuskan diri pada gejala-gejala alam dan sosial secara mendalam namun bersifat spesifik, contohnya tindakan korupsi.
Kajian ilmiah Pancasila terdapat tiga kelompok ilmu yaitu:
1. Ilmu Alam (Natural Science)
Bersifat tetap, posivistic, tidak melibatkan persaan, dan berdasrkan eksperiman atau berdasarkan hasil labolatorium. Natural science bersifat kuantitatif sehingga berdasarkan hitung.
2. Ilmu Sosial (Social Science)
Social science bersifat tidak tetap, fenomenologi, didasarkan pada observasi di lapangan. Sosial science bersifat kualitatif dan deskriptif.
3. Ilmu Kemanusian (The Humanities)
Kajian ilmiah tersebut mempunyai ciri-ciri/karakteristik dan metodologi tersendiri untuk menemukan dan mengungkapkan pengetahuan baik yang menyangkut alam, manusia, dan Tuhan.
Pancasila sebagai pengetahuan ilmiah filosofi yang dapat dipahami dari sisi verbalis, konotatif, dan denotatif. Pengetahuan verbalis dimaksudkan upaya memahami pancasila dari aspek rangkaian kata-kata yang diucapkan, contoh upacara bendera. Pengetahuan konotatif dimaksudkan upaya memahami pancasila dengan menggunakan ratio. Pancasila dipahami, ditafsirkan dab dimaknai dengan menggunakan metode ilmiah.
Pemahaman denotasi terhadap pancasila berkaitan dengan fakta, realita yang menunjukan adanya perwujudan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan yang berupa perbuatan dan tindakan. Sisi verbalis dan sisi konotatif mempunyai hubungan langsung, artinya apa yang diucapkan dapat diinterpretasikan, dan dicari maknanya oleh setiap orang. Sisi verbalis dan denotatif tidak terhubung secara langsung, karena apa yang dikatakan tidak mesti langsung terwujud dalam kenyataan.

Kebenaran Ilmiah dalam Pancasila
Teori kebenaran ilmiah dalam pancasila ada empat macam yaitu:
1. Teori koherensi yaitu pernyataan yang satu dengan pernyataan yang lain saling berkaitan, konsisten, dan runtut (logis).
2. Kebenaran korespondensi yaitu adanya kesesuaian antara pernyataan dan kenyataan.
3. Kebenaran pragmatis yaitu bahwa pernyataan-pernyataan yang dibuat harus membawa kemanfaatan bagi sebagian besar umat manusia.
4. Kebenaran konsensus yaitu pada kesepatan bersama suatu pernyataan dikatakan benar apabila disepakati oleh masyarakat atau komunitas tertentu.

Ciri-ciri Berpikir Ilmiah-Filsafati dalam Pembahasan Pancasila
Ilmu pengetahuan merupakan kumpulan usaha untuk memahami kenyataan sejauh dapat dijangkau oleh daya pemikiran manusia berdasarkan pengalaman secara empirik dan reflektif. Syarat agar pengetahuan dapat dikatakan sebagai suatu ilmu atau syarat ilmiah menurut Poedjawijatna (Kaelan, 1998) antara lain:
1. Berobjek
Obyek adalah syarat pertama dalam kajian ilmiah. Objek dibedakan menjadi objek material dan objek formal. Objek material dalam membahas Pancasila sebagai kajian ilmiah dapat bersifat empiris maupun non-empiris. Objek material berupa pernyataan-pernyataan, pemikiran, ide/konsep,kenyataan sosio-kultural yang terwujud dalam hukum, teks sejarah, adat-istiadat, sistem nilai, karakter, kepribadian manusia/masyarakat Indonesia sejak dahulu hingga sekarang. Obyek formal dalam membahas Pancasila berupa perspektif ilmu-ilmu, misal: yuridis, poltik, sejarah filsafat, sosiologi dan antropologi maupun ekonomi.
2. Bermetode
Setiap ilmu harus memiliki metode, yaitu seperangkat cara atau sistem pendekatan dalam rangka pembahasan objek materialnya untuk mendapatkan kebenaran yang objektif. Metode-metode ilmiah yang digunakan untuk mengkaji Pancasila secara filosofis ada berbagai macam tergantung pada objek yang diselidiki atau dikaji. Misalnya, metode dalam sosiologi ada yang berupa survey dan ada yang bersifat grounded research (penelitian kualitatif di lapangan). Metode dalam ilmu ekonomi lebih bersifat aplikasi dari matematika.
Metode dalam ilmu hukum antara lain metode Interpretasi. Dalam mengkaji Pancasila, metode ilmu sejarah yang digunakan seperti kritik naskah dan interpretasi (hermeneutik). Secara filosofis digunakan metode analisis-sintesis menguraikan dan memerinci pernyatan-pernyataan sehingga jelas makna yang terkandung di dalamnya untuk disimpulkan (sintesis) menjadi suatu pengetahuan yang baru. Metode Induksi adalah metode berpikir yang dimulai dari hal-hal, kejadian atau peristiwa yang bersifat khusus, dan berulang-ulang untuk kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum.
Metode Deduksi adalah metode berpikir yang bertitik tolak dari hal-hal atau pernyataan yang bersifat umum untuk ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Metode Hermeneutika adalah metode menafsirkan. Objek materialnya adalah pernyataan-pernyataan, teks, dan simbol. Tujuan metode ini adalah untuk memperoleh makna yang terdalam (hakikat) dari hal yang ditafsirkan. Prinsip yang digunakan yaitu konteks dan isi teks. Contoh: menafsirkan Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945) berdasarkan konteksnya sehinga diketahui kebatinan dari UUD 1945, sedangkan dari isi teksnya maka dapat dipahami hakikat UUD yaitu hukum dasar tertulis dalam Pembukaanya merupakan pokok kaidah negara yang fundamental.
3. Bersistem
Bagian-bagian Pancasila harus saling berhubungan dan ketergantungan(interelasi dan interdepensi). Pemahaman Pancasila secara ilmiah harus merupakan satu kesatuan dan keutuhan, bahkan Pancasila itu sendiri pada dasarnya juga merupakan suatu kebulatan yang sistematis, logis, dan tidak ada pertentangan di dalam sila-silanya (Kaelan, 1998). Syarat bersistem yang yang dipenuhi oleh Pancasila menunjukkan bahwa Pancasila merupakan hasil pemikiran para pendahulu negara yang dirumuskan dengan kecermatan yang tinggi dan bersifat logis.
Sila-sila Pancasila tersusun secara logis sehingga membentuk suatu pemikiran yang sistematis. Notonegoro mengatakan bahwa sila-sila Pancasila tersusun secara hierarki peramidal dan bersifat majemuk-tunggal. Hierarki Piramidal maksudnya sila-sila Pancasila ditempatkan sesuai dengan luas cakupannya dan keberlakuan pengertian yang terkandung di dalam sila-silanya.
Sila pertama diletakkan pada urutan pertama, karena pengertian ketuhanan maknanya sangat luas dan menunjuk pada Tuhan sebagai Pencipta atau dalam istilah Aristoteles disebut sebagai Causa Prima (Penyebab Pertama). Kemanusiaan pada urutan kedua karena kemanusiaan bermakna luas tetapi jika dibandingkan dengan konsep ketuhanan lebih sempit cakupannya. Inti sila ketiga adalah persatuan, pengertiannya lebih sempit dari sila pertama dan kedua, karena persatuan menunjukkan adanya kelompok-kelompok manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). Sila keempat adalah kerakyatan, yaitu semua manusia yang bersatu memerlukan sistem pengelolaan hidup bersama dengan adanya kedaulatan. Inti sila kelima yaitu keadilan, merupakan realisasi dari eksistensi manusia yang hidup berkelompok dalam suatu negara.
4. Universal
Kebenaran suatu pengetahuan ilmiah bersifat universal atau kebenarannya tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Kajian terhadap pancasila mengungkapkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila bersifat universal karena dapat dipahami oleh semua masyarakat dunia, namun terdapat perbedaan dalam penggunaan kata. Kata ketuhanan hampir sama dengan religiusitas, kemanusiaan sama dengan humanisme, persatuan sama dengan demokrasi, kerakyatan dengan demokrasi, dan keadilan dengan kesejahteraan. Arti universal tidak sama dengan absolut. Pancasila mempunyai nilai-nilai yang berlaku hanya untuk rakyat Indonesia yang berbentuk Undang-undang Dasar 1945.

Bentuk Dan Susunan Pancasila
1. Bentuk Pancasila
Bentuk pancasila di dlamam pengertian ini diartikan sebagainrumusan pancasila sebagaimana tercantum dalam alinea IV pembukaan UUD 1945. Pancasila sebagai suatu system nilai mempunyai bentuk yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a. Merupakan kesatuan yang utuh
Hubungan setiap sila saling berkaiatan dan semua unsur dalam Pancasila menyusun suatu keberadaan semua unsur. Masing-masing sila membentuk pengertian yang baru. Kelima sila tidak dapat dilepas satu dengan lainnya. Walaupun masing-masing berdiri sendiri tetapi hubungan antar sila merupakan hubungan yang berorganis.
b. Setiap unsur bukan pelengkap
Setiap unsur pembentuk pancasila merupakan unsur mutlak yang merupakan kesatuan, bukan unsur komplementer, artinya salah sila tidak bisa dihilangkan. Walaupun sila ketuhanan merupakan sila yang berkaitan dengan Tuhan sabagai causa prima, tetapi tidak berarti sila lainnya sebagai pelengkap.
c. Sebagai satu kesatuan yang mutlak
Pancasila tidak dapat ditambah atau dikurangi. Bentuk pancasila sampai kapanpun sudah mutlak dan tidak dapat diubah lagi.
2. Susunan Pancasila
Menurut Notonagoro, susunan Pancasila ada tiga bentuk yaitu :
a. Hirarki piramidal
Pancasila sebagai suatu sistem nilai disusun berdasarkaan urutan logis keberadaan unsur-unsurnya. Oleh karena itu, sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) ditempatkan pada urutan yang paling bawah, karena sila pertama menjadi dasar dari sila yang lainnya.karena bangsa Indonesia meyakini segala sesuatu itu berasal dari Tuhan dan akan kembali kepadaNya. Sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab ditempatkan setelah ketuhanan, karena yang akan mencapai tujuan yang dicita-citakan. Setelah prinsip kemanusiaan dijadikan landasan, maka untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan manusia perlu bersatu untuk membentuk masyarakat (Negara), sehingga perlu adanya persatuan (sila ketiga). Persatuan dan nasionalisme Indonesia terbentuk bukan atas dasar persamaan suku bangsa, agama, bahasa, tetapi dilatarbelakangi oleh historis dan etis. Sila keempat merupakan cara-cara yang harus ditempuh ketika suatu Negara akan mengambil suatu kebijakan. Sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ditempatkan pada sila terakhir, karena sila ini merupakan tujuan dari Negara Indonesia yang merdeka.
b. Majemuk tunggal
Majemuk tunggal artinya Pancasila terdiri dari lima sila tetapi merupakan satu kesatuan yang berdiri sendiri secara utuh.
c. Saling mengkualifikasi
Hal ini berarti bahwa antara sila yang satu dengan yang lain saling memberi kualitas. Apabila sila pertama dilengkapi dengan sila berikutnya mempunyai makna yang berkaitan.
Contoh: Ketuhanan Yang Maha Esa yang berkemanusiaan yang beradil dan beradab yang berkesatuan Indonesia yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Refleksi Terhadap Kajian Ilmiah Tentang Pancasila di Era Globalisasi
Kajian ilmiah tentang pancasila sejak disahkan tanggal 18 Agustus 1945 sampai saat ini mengalami pasang surut. Notonagoro, driarkarya merupakan pelopor pengkajian pancasila secara ilmiah popular dan filosofis. Pemikiran tersebut masih memungkinkan adanya diaolog dan kajian kritis terhadap Pancasila dengan interpretasi baru untuk memperoleh makna dari setiap sila-sila Pancasila. Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia sebaiknya lebih terbuka terhadap ide-ide baru dan kreatif untuk merevitalisasi pancasila dalam kehidupan nyata.
Era globalisasi banyak mempengaruhi ideologi masyarakat Indonesia karena nilai-nilai dan ideologi asing lebih mudah untuk diterima oleh masyarakat Indonesia, bahkan paham materialisme, hedonisme, dan konsumerisme dijadikan sebagai pandangan hidup mereka. Materialisme adalah suatu sikap hidup yang selalu di dasarkan pada materi atau benda-benda sehingga mengabaikan kemampuan dalam bekerja dan nilai-nilai kemanusiaan. Hedonisme adalah suatu paham atau sikap hidup yang lebih mementingkan urusan duniawi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup secara fisik. Konsumerisme adalah suatu sikap hidup yang lebih senang berposisi sebagai konsumen daripada produsen, sehingga lebih cenderung mempunyai sifat konsumtif.
Dengan adanya masalah tersebut sangat diperlukan sebuah kajian kritis terhadap pancasila sebagai falsafah dan ideologi masyarakat Indonesia. Dengan memahami penjelasan tersebut diharapkan masyarakat Indonesia semakin kritis dalam menentukan pilihan-pilihan, sikap, dan gaya hidup yang selaras dengan nilai-nilai pancasila. Sehingga masyarakat indonesia tidak terombang-ambing dalam mengikuti arus globalisasi, maka memiliki prinsip-prinsip hidup yang kokoh , orientasi hidup yang jelas dalam bersikap dan berperilaku.

DAFTAR PUSTAKA

Kaelan. (2008). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.
Purwastuti, L. A. (2002). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Uny Press.
Rukiyati. (2008). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: UNY Press.

Vitamin


A. Vitamin
1. Pengertian Vitamin
Vitamin berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya “hidup” dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian.
Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan.

Gambar 1. Christiaan Eijkman, salah satu tokoh penting dalam sejarah penemuan vitamin.

Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air, yaitu B dan C, sedangkan vitamin lainnya, yaitu vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh.
Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus.

2. Macam vitamin
a. Vitamin Yang Larut Dalam Lemak
1) Vitamin A
Vitamin A juga dikenal dengan nama retinol.Vitamin A bentuk jadi yang larut dalam lemak adalah campuran yang hampir tanpa warna, kuning pucat, namun pigmen yang bertindak sebagai pendahulu vitamin A kalau bukan kuning tua biasanya jingga-kuning muda.Vitamin A bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara.
a) Peranan vitamin A dalam tubuh manusia :
o Pembentukan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina.
o Menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh.
o Mempertahankan jaringan ari dalam keadaan sehat.
o Membantu pertumbuhan dan perkembangan.

Gambar 2. Sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan sebagai sumber vitamin A dan vitamin B yang tinggi.

Tanpa vitamin A, pertumbuhan menjadi terhambat dan rangka tubuh berhenti tumbuh sebelum jaringan lunak tubuh terpengaruh.
b) Kekurangan vitamin A:
o Dapat timbul karena makanan yang kurang penyerapan dan transport vitamin a yang kurang baik dalam tubuh.
o Apabila terjadi defisiensi vitamin a, penderita akan mengalami rabun senja dan katarak (penyakit mata yang timbul karena kekurangan vitamin a dalam makanan akan merusak kornea mata dan biasanya diikuti kebutaan(xerophthalmia).
o Dapat mengalami infeksi saluran pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh
o Kondisi kulit yang kurang sehat.
c) Kelebihan asupan vitamin A (hipervitaminosis A):
o dapat menyebabkan keracunan pada tubuh.
o Penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain: pusing-pusing, kerontokan rambut, kulit kering bersisik, dan pingsan.
o bila sudah dalam kondisi akut, kelebihan vitamin A di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerabunan, terhambatnya pertumbuhan tubuh, pembengkakan hati, dan iritasi kulit.
Provitamin A biasanya dalam bentuk beta-karotin ditemukan dalam pangan seperti : jagung kuning, wortel, labu, semangka kuning, minyak sawit merah, ubi jalar kuning, tomat, sayuran berdaun hijau tua, dan berbagai buah yang dagingnya berwarna kuning dan jingga.

2) Vitamin D
Vitamin D merupakan suatu vitamin yang larut dalam lemak, jika terdapat suatu kelebihan, tubuh manusia mempunyai kemampuan untuk menyimpannya dalam hati dan jaringan lemak untuk penggunaan di kemudian hari.
Vitamin D dapat diperoleh baik sebagai vitamin dalam bentuk jadi dalam pangan atau dari provitamin. Provitaminnya adalah sterol suatu bahan yang menyerupai lemak yang ditemukan dalam tubuh. Jika kulit yang mengandung sterol provitamin D dibiarkan terkena sinar matahari (sinar ultraviolet), maka dengan cara tersebut terbentuk vitamin D.
a) Kekurangan Vitamin D
Fungsi utama vitamin D dalam tubuh adalah mengatur kapur dan pembentukan posfor, maka bila kadar vitamin D rendah:
o tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X.
o Gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan.
o osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang. Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja, sedangkan pada manula, penyakit ini dinamakan osteoporosise, yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang.
b) Kelebihan vitamin D
dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat badan, muntah-muntah, dan dehidrasi berlebihan.
Vitamin D secara alami ditemukan dalam bahan makanan, seperti minyak ikan, ikan berlemak, hati, susu,dan mentega (makanan hewani).
Riketsia adalah penyakit gizi yang disebabkan kekurangan vitamin D pada anak-anak kecil selama masa pertumbuhan yang cepat.

3) Vitamin E
Cara vitamin E berfungsi tidak diketahui dengan baik, kecuali bahwa fungsinya ialah sebagai antioksidan.Kemampuan ini dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat mengoksidir lemak lain dan vitamin A serta vitamin C, semua bahan yang mudah rusak karena oksidasi.
a) Vitamin E sebagai antioksidan mempunyai peran:
o Menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati;
o Melindungi paru-paru manusia dari polusi udara.
Sumber yang paling kaya akan vitamin E adalah minyak sayuran, butiran padi-padian yang utuh, sayuran berdaun hijau, ikan, ayam, kuning telur, dan ragi.

Struktur molekul vitamin E

Gejala kekurangan vitamin E pada manusia ditemukan hanya pada orang yang tidak mampu menyerap lemak dengan normal dan bagi yang dilahirkan sebelum waktunya serta diberi makanan buatan.
Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita. Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan.

4) Vitamin K
Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan. Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzim untuk mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat. Oleh karena itu, kita perlu banyak mengkonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang merupakan sumber vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan di dalam tubuh.

b. Vitamin Yang Larut Dalam Air
1) Vitamin B – Kompleks
Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.

a) Vitamin B1(Thiamin)
Dikenal juga dengan nama tiamin (faktor pencegah beri-beri), merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari.
Thiamin berfungsi sebagai suatu bagian ensim pembantu dalam susunan ensim pembantu tubuh.Ensim pembantu thiamin juga diperlukan untuk pelepasan tenaga oleh lemak dan protein. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik, tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf.
Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengkonsumsi gandum, nasi, ragi, hati, daging babi, butiran padi-padian utuh, biji-bijian yang mengandung minyak, dan tanaman kacang-kacangan. Akan tetapi, sayuran yang hijau, daging, ikan, susu, dan telur merupakan sumber thiamin yang berguna. Bahan makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1.

Gambar 3. Beri-beri, penyakit yang disebabkan oleh defisiensi vitamin B1.

b) Vitamin B2 (Riboflavin)
Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi.
Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku. Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Butiran padi-padian dan kacang-kacangan merupakan sumber yang cukup baik akan riboflavin.
Riboflavin merupakan sebagian dari ensim pembantu dalam tubuh yang berfungsi dalam pemecahan (oksidasi) karbohidrat, lemak, dan protein dalam tubuh. Ensim tersebut bekerjasama dengan thiamin dan niasin. Riboflavin juga penting untuk kesehatan kulit, mata, dan syaraf.
Gejala kekurangan riboflavin seperti menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir membengkak dan sakit,pecah dan pedih pada pinggiran mulut, sariawan, keluar air mata dn menjadi peka terhadap cahaya.

c) Vitamin B3 Niasin
Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo.
Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis.
Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual. Jika penyediaan niasin dalam pangan kurang untuk jangka waktu yang lama maka dapat menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai pellagra.
Walaupun niasin tidak mudah rusak karena kenyataan bahwa bahan tersebut larut dalam air, beberapa daripadanya akan hilang jika pangan yang mengandung niasin direbus.Penggunaan jumlah air yang sedikit akan membantu mencegah kehilangan tersebut.

d) Vitamin B5
Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.
e) Vitamin B6
Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh.
Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.
f) Vitamin B12
Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh.
Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah. Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Susunan vegetari kurang akan vitamin B12, kecuali joka mereka minum susu, keju, telur,atau ragi untuk membuat bir. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.
g) Vitamin C
Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya.
Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot.
Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen.

Gambar 4. Buah jeruk, terkenal atas kandungan vitamin C-nya yang tinggi.
Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah.
Sumber pangan yang baik akan vitamin C adalah buah-buahan, sayuran yang berdaun hijau, tomat. Daun yang hijau tua seperti daun singkong, pepaya, atau ubi jalar menyediakan lebih banyak vitamin C daripada yang berdaun hijau pucat seperti kol.
h) Biotin
Biotin berfungsi sebagai bagian ensim pembantu yang terlibat dalam metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein serta dalam sintese asam lemak berantai panjang dari berantai pendek. Biotin dibuat dalam usus kecil.
Kekurangan biotin pada manusia karena kurangnya biotin dalam pangan tidak diketahui.Akan tetapi avidin, suatu bahan yang terdapat dalam putih telur mentah bertindak sebagai penghalang biotin.Jika bergabung dengan biotin, avidin mencegah penyerapan biotin dalam tubuh. Putih telur yang dimasak dapat meningkatkan penyerapan biotin.
i) Asam Folat
Vitamin ini dikenal juga sebagai folasin turut serta dalam pembentukan beberapa asam amino dan pembuatan beberapa komponen tubuh penting lainnya, termasuk pembentukan sel darah dan pembentukan serta penyempurnaan protein inti yang digunakan untuk membangun inti sel tubuh.Kholin, suatu bahan sebagai salah satu vitamin B juga dibentuk dalam tubuh dengan bantuan ensim pembantu asam folat.
Asam folat terdapat dalam pangan nabati maupun hewani. Sumber yang baik akan asam folat adalah daun hijau tua, ragi, daging, organ hewan, terutama hati, ginjal, butiran padi-padian, kacang-kacangan, dan sayuran hijau
Asam folat dan vitamin B12 bekerjasama dalam beberapa fungsi yang mereka laksanakan dalam tubuh. Misalnya, keduanya perlu untuk pembentukan protein inti yang diperlukan guna membuat sel inti da pembentukan sel darah merah.

Perkembangan Anak Usia SD


  1. A. Perkembangan Fisik Anak Usia Sekolah dasar

Pada masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas, kira-kira dua tahun menjelang anak menjadi matang secara seksual, pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat. Oleh karena itu, masa ini sering disebut juga sebagai “periode tenang” sebelum pertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja, meskipun merupakan masa tenang, tetapi hal ini tidak berarti bahwa pada masa ini tidak terjadi proses pertumbuhan fisik yang berarti.

  1. Pertumbuhan fisik

Pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi terutama karena bertambahnya ukuran system rangka dan otot, serta ukuran beberapa organ tubuh. Pada saat yang sama kekuatan otot-otot secara berangsur-angsur bertambah dan gemuk bayi (babyfat) berkurang. Pertambahan kekuatan otot ini adalah karena faktor keturunan dan latihan (olah raga). Karena factor perbedaan jumlah sel-sel otot, maka pada umumnya untuk anak laki-laki lebih kuat dari pada anak perempuan.

  1. Perkembangan motorik

Dengan terus bertambahnya berat dan kekuatan badan,maka pada masa ini perkembangan motorik menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan awal masa anak-anak. Anak-anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan makin pandai meloncat, anak juga makin mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus keterampilan-keterampilan motorik, anak-anak terus melakukan berbagai aktifitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak-anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olah raga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dan lain sebagainya.

Beberapa perkembangan motorik (kasar maupun halus) selama periode ini antara lain :

  1. Anak usia 5 tahun
  • Mampu melompat dan menari
  • Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala, lengan dan badan termasuk kaki
  • Dapat mnghitung jari-jarinya
  • Mendengar dan mengulang hal-hal penting dan mampu bercerita
  • Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya
  • Menprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya
  • Mampu membedakan besar dan kecil
  1. Anak usia 6 tahun
  • koordinasi mata dan tangan
  • ketangkasan meningkat
  • melompat tali
  • bermain sepeda
  • mengetahui kanan dan kiri
  • mungkin bertindak menentang dan tidak sopaN
  • mampu menguraikan objek-objek dengan gambar
  1. Anak usia 7 tahun
  • tangan anak semakin kuat
  • mulai membaca dengan lancar
  • cemas terhadap kegagalan
  • peningkatan minat pada bidang spiritual
  • kadang malu dan sedih
  1. Anak usia 8-9 tahun
  • kecepatan dan kehalusan aktifitas motorik meningkat
  • mampu menggunakan peralatan rumah tangga
  • keterampilan lebih individual
  • ingin terlibat dalam sesuatu
  • menyukai kelompok dan mode
  • mencari teman secara aktif
  1. Anak usia 10-12 tahun
  • perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan pubertas mulai nampak
  • mampu melakukan aktifitas rumah tangga, seperti mencuci dan lain-lain
  • adanya keinginan untuk menyenangkan dan membantu orang lain
  • mulai tertarik dengan lawan jenis.
  1. B. Perkembangan Kognitif Anak Usia Sekolah

Seiring dengan masuknya anak kesekolah dasar, kemapuan kognitifnya urut mengalami perkembangan yang pesat. Karena dengan masuk sekolah, berarti dunia dan minat anak bertambah luas. Dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objek yang sebelumnya kurang berart bagi anak. Dalam keadaan normal, pikiran anak usia sekolah berkembang secara berangsur-angsur. Kalau pada masa sebelumnya daya fikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris maka pada masa ini daya piker anak berkembang kearah berpikir kongkrit, rasional dan objektif. Daya ingatnya menjadi sangat kuat sehingga anak benar-benar berada dalam suatu stadiumbelajar.
Menurut teori piaget, pemikiran anak masa sekolah dasar disebut juga pemikiran operasional kongkrit (concrete operational thought), artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek-objek peristiwa nyata atau kongkrit.dalam upaya memahami alam sekitarnya mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari panca indera, karena anak mulai mempunyai kemampuan untuk membedakan apa yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya.

Dalam masa ini, anak telah mengembangkan 3 macam proses yang disebut dengan operasi-operasi, yaitu:

  1. Negasi(negation)
    Yaitu pada masa kongkrit operasional, anak memahami hubungan-hubungan antara benda atau keadaan yangsatu dengan benda atau keadaan yang lain.
  2. Hubungan timbal balik(Resiprok)

Yaitu anak telah mengetahui hubungan sebab-akibat dalam suatu keadaan.

  1. Identitas
    Yaitu anak sudah mampu mengenal satu persatu deretan benda yang ada.

Operasi yang terjadi dalam diri anak memungkinkan pula untuk mengetahui suatu perbuatan tanpa melihat bahwa perbuatan tersebut ditunjukkan.

Jadi pada tahap ini anak telah memiliki struktur kognitif yang memungkinkannya dapat berfikir untuk melakukan suatu tindakan tanpa ia sendiri bertindak secara nyata.

  1. Perkembangan memori

Selama periode ini, memori jangka pendek anak telah berkembang dengan baik. Akan tetapi, memori jangka panjang tidak terjadi banyak peningkatan dengan disertai adanya keterbatasan-keterbatasan. Untuk mengurangi keterbatasan-keterbatasan tersebut, anak berusaha menggunakan strategi memori yaitu merupakan prilaku disengaja yang digunakan untuk meningkatkan memori. Matlin (1994) menyebutkan empat macam strategi memori yang penting, yaitu:

  1. Rehalsal (pengulangan)

Suatu strategi meningkatkan memori dengan cara mengulang berkali-kali informasi yang telah disampaikan.

  1. Organization (organisasi)

Pengelompokan dan pengkategorian sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan memori. Seperti anak SD sering mengingat nama-nama teman sekelasnya menurut susunan dimana mereka duduk dalam satu kelas.

  1. Imagery (perbandingan)

Membandingkan sesuatu dengan tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang.

  1. Retrieval (pemunculan kembali)

Proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan. Ketika suatu isyarat yang mungkin dapat membantu memunculkan kembali sebuah memori, mereka akan menggunakan secara spontan.

Selain strategi-strategi memori diatas, terdapat hal-hal lain yang mempengaruhimemori anak, seperti tingkat usia, sifat anak (termasuk sikap, kesehatan, dan motivasi), serta pengetahuan yang diperoleh anak sebelumnya.

  1. Perkembangan pemikiran kritis

Perkembangan pemikran kritis yaitu pemahaman atau refleksi terhadap permasalahan secara mendalam, mempertahankan pikian agar tetap terbuka, tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber, serta mampu berpikir secara reflektif dan evaluatif.

  1. Perkembangan kreativitas

Dalam tahap ini anak-anak mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama lingkungan sekolah.

  1. Perkembangan bahasa

Selama masa anak-anak awal, perkembangan bahasa terus berlanjut. Perbendaharaan kosa kata dan cara menggunakan kalimat bertambah kompleks. Perkembangan ini terlihat dalam cara berpikirtentang kata-kata, struktur kalimat dan secara bertahap anak akan mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat, serta dapat menerapkan berbagai aturantata bahasa secara tepat.

  1. C. Perkembangan Fisik Usia 7-12 Menurut John W. Santrock
  2. Pertumbuhan dan perubahan tubuh

Selama tahun-tahun sekolah dasar, anak tumbuh rata-rata 2 hingga 3 inci setahun. Pada umur 8 tahun rata-rata anak perempuan dan anak laki-laki tingginya 4 kaki 2 inci. Selama tahun-tahun kanak-kanak tengah dan akhir, anak bertambah berat sekitar 5 hingga 7 pon setahun. Rata-rata anak perempuan dan laki-laki berumur 8 tahun beratnya 56-pon (National Center for Health Statistics, 2004). Peningkatan berat ini terutama disebabkan oleh peningkatan dalam ukuran sistem kerangka tulang dan otot, juga ukuran beberapa organ tubuh. Massa dan kekuatan otot secara bertahap meningkat saat “lemak bayi” berkurang pada masa kanak-kanak tengah dan akhir.

Gerakan yang lemah dan kondisi kaki yang bengkok di masa kanak-kanak awal digantikan oleh kekuatan otot yang meningkat di masa kanak-kanak tengah dan akhir. Anak juga menggandakan kapasitas kekuatannya selama tahun-tahun ini. Peningkatan dalam kekuatan otot disebabkan oleh hereditas dan karena olahraga. Karena memiliki sel otot lebih banyak, anak laki-laki cenderung lebih kuat daripada perempuan.

Perubahan dalam proporsi adalah salah satu di antara perubahan fisik yang paling dikemukakan dalam masa kanak-kanak tengah dan akhir. Lingkar kepala, lingkar pinggang, dan panjang kaki menurun dalam hubungannya dengan tinggi badan. Perubahan fisik yang kurang diperhatikan adalah bahwa tulang terus menguat selama masa kanak-kanak tengah dan akhir; meskipun demikian, tulang tersebut rapuh terhadap tekanan dan lebih mudah luka dibandingkan tulang yang sudah matang.

  1. Menggambarkan bagaimana otak berubah

Sepanjang masa kanak-kanak, otak tidak tumbuh secepat pada masa bayi; meskipun demikian, otak dan kepala masih tumbuh lebih cepat daripada anggota tubuh lain. Beberapa peningkatan otak dalam ukuran disebabkan oleh myelinasi, dan beberapa disebabkan oleh peningkatan dalam jumlah dan ukuran dendrit. Otak anak mengalami ledakan pertumbuhun yang cepat antara usia 3 dan 15 tahun (Thompson dkk, 2000).

Ukuran otak seluruhnya tidak berubah secara dramatis, tetapi pola lokal berubah. Jumlah materi otak pada beberapa daerah dapat menjadi dua kali lipat sedikitnya dalam satu tahun, diikuti oleh hilangnya jaringan secara drastis saat sel-sel yang tidak diperlukan dibuang dan otak terus mengatur diri. Dari umur 3 hingga 6 tahun, pertumbuhan yang paling cepat terjadi di area lobus frontal yang terlibat dalam perencanaan dan pengaturan tindakan baru dan dalam mempertahankan perhatian terhadap tugas. Dari umur 6 tahun hingga masa puber, pertumbuhan yang paling dramatis terjadi dalam lobus temporal dan parietal, khususnya pada area yang memainkan peran utama dalam bahasa dan hubungan spasial.

  1. Pola tidur berubah seiring dengan perkembangan anak

Sebagian besar anak-anak tidur sepanjang malam dan memiliki satu kali tidur siang. Kadang-kadang, sulit untuk mengajak anak kecil tidur karena mereka senang memperpanjang rutinitas sebelum tidur. Membantu anak bersantai sebelum waktu tidur sering membantu mengurangi keengganan anak berangkat tidur. Membacakan anak sebuah dongeng, bermain diam-diam dengan anak saat mandi, atau membiarkan anak duduk di pangkuan pengaruhnya saat mendengarkan musik merupakan aktivitas yang rnenenangkan.

Banyak dari masalah tidur ini mirip di seluruh budaya, seperti keengganan berangkat tidur, terjaga di tengah malam, mengantuk di siang hari, dan waktu tidur yang kurang.

Anak perempuan menghabiskan lebih banyak waktu tidur daripada anak laki-laki. Demikian pula tekanan keluarga dihubungkan dengan tidur yang buruk, seperti terjaga di malam hari, pada anak.

Masalah tidur yang sering mengganggu anak menurut (Boyle & Cropley, 2004; Heussler, 2005; Ivanenko, Crabtree, & Gozal, 2004):

  1. Mimpi buruk adalah mimpi yang menakutkan yang nernbangunkan si tidur, sering kali menjelang pagi. Hampir semua anak memiliki mimpi buruk yang tidak teratur datangnya, tetapi mimpi buruk yang menetap dapat mcngindikasikan bahwa anak tersebut merasakan terlalu banyak tekanan.
  2. Teror di malam hari digambarkan oleh rangsangan yang tiba-tiba dari tidur dan ketakutan yang amat sangat, biasanya diiringi reaksi fisiologis, seperti detak jantung dan nafas yang cepat, teriakan keras, keringat yang berlebihan; dan gerakan fisik. Dalam sebagian besar kasus, anak memiliki sedikit atau bahkan tidak ada ingatan mengenai apa yang terjadi selama teror di malam hari tersebut. Teror di malam hari tidak terlalu umum terjadi dibandingkan mimpi buruk dan terjadi lebih sering dalam tidur yang nyenyak daripada mimpi buruk. Banyak anak yang mengalami teror di malam hari kembali tidur cukup cepat. Gangguan tidur tidak diyakini mencerminkan masalah emosional pada anak.
  1. Kesehatan di masa kanak-kanak

Pada hampir seluruh bagian, masa kanak-kanak tengah dan akhir merupakan masa kesehatan yang prima. Penyakit dan kematian tidak terlalu sering terjadi dalam periode ini dibandingkan dengan pada masa kanak-kanak awal dan masa remaja.

Penyebab utama kematian pada anak usia antara 6-12 tahun yaitu:

  1. Kecelakaan kendaraan bermotor, sebagai pemakai jalan atau penumpang, merupakan penyebab cedera serius dan kematian yang peling umum pada masa kanak-kanak tengah dan akhir (National Center for Health Statistics, 2004). Ketertarikan dalam mengendarai sepeda meningkatkan risiko kecelekaan bagi anak usia sekolah. Cedera serius lain sering melibatkan papan skate dan alat olahraga lain.

Strategi yang paling efektif untuk mencegah cedera (atau menurunkan keseriusan cedera) dari kecelakaan adalah :

  • menggunakan sabuk pengaman di dalam mobil
  • untuk mendidik anak mengenai bahaya mengmabil risiko dan penggunaan peralatan yang tidak sesuai kegunaan
  • Helm pengaman yang sesuai, pelindung mata dan mulut, dan penutup pelindung disarankan bagi anak yang melakukan olahraga aktif.
  1. Kanker merupakan penyebab utama kematian nomor dua pada anak usia 5 hingga 14 tahun. Tiga persen dari seluruh kematian dalam periode usia ini disebabkan oleh kanker. Kini, 1 dari setiap 330 anak di Amerika Serikat terjangkit kanker sebelum usia 19 tahun. Lebih lanjut insiden kanker pada anak meningkat (Negalia dkk, 2001).

Kanker anak memiliki ciri yang berbeda dengan kanker dewasa. Kanker dewasa utamanya menyerang paru-paru, usus, payudara, prostat dan pankreas. Kanker anak utamanya menyerang sel darah putih (leukemia), otak, tulang, sistem limpa, otot, ginjal, dan sistem saraf.

Kanker yang paling umum pada anak adalah-leukemia, kanker pada jaringan yang membuat sel darah merah. Pada leukemia, sumsum tulang membuat setumpuk sel darah putih yang tidak berfungsi dengan baik. Sel darah putih tersebut melampaui jumlah sel normal, membuat anak rentan terhadap meinar dan infeksi.

Sumber:
Suryabrata, Sumadi. Psikologi Kepribadian. 1966. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sejarah Perjuangan Bangsa indonesia


a. Sejarah Perjuangan Bangsa.
Perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan dilanjutkan dengan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era mengisi kemerdekaan, menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai semangat kebangsaan kejuangan yang senantiasa tumbuh dan berkembang yang dilandasi oleh jiwa, tekad dan semangat kebangsaan. Kesemuanya itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya NKRi dalam wadah Nusantara.

b. Era Sebelum Penjajahan.
Sejak tahun 400 Masehi sampai dengan tahun 1617, kerajaan-kerajaan yang ada di Bumi Persada Nusantara adalah kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Kediri, Singasari, Majapahit, Samudera Pasai, Aceh, Demak, Mataram, Goa dan lain-Iainnya, merupakan kerajaan-kerajaan yang terbesar di seluruh Bumi Persada Nusantara. Nilai yang terkandung pada era sebelum penjajahan adalah rakyat yang patuh dan setia kepada rajanya membendung penjajah dan menjunjung tinggi kehormatan dan kedaulatan sebagai bangsa monarchi yang merdeka di bumi Nusantara.

c. Era Selama Penjajahan.
Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing mulai tahun 1511 sampai dengan 1945 yaitu bangsa Portugis, Belanda, inggris dan Jepang. Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa Indonesia berikrar : “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU : INDONESIA”. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai tujuan yang sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Niiai yang terkandung selama penjajahan adalah Harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa.

d. Era Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan.
Dimulai dari tahun 1942 sampai dengan tahun 1949; dimana pada tanggal 8 Maret 1948 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang me!alui Perjanjian Kalijati. Selama penjajahan Jepang pemuda ¬pemudi Indonesia dilatih dalam olah kemiliteran dengan tujuan untuk membantu Jepang memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pelatihan tersebut melalui Seinendan, Heiho, Peta dan lain-lain, sehingga pemuda Indonesia sudah memiliki bekal kemiliteran. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu disebabkan dibom atomnya kota Hirosima dan Nagasaki. Kekalahan Jepang kepada Sekutu dan kekosongan kekuasaan yang terjadi di Indonesia digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Dengan semangat juang yang tidak kenal menyerah yang dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta keikhlasan berkorban telah terpatri dalam jiwa para pemuda dan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaannya, yang kemudian diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta. Setelah merdeka bangsa Indonesia harus menghadapi Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia dengan melancarkan aksi militernya pada tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Pertama) dan tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Kedua), dan pemberontakan PKI Madiun yang didalangi oleh Muso dan Amir Syarifuddin pada tahun 1948. Era merebut dan mempertahankan kemerdekaan mengandung nilai juang yang paling kaya dan lengkap sebagai titik kulminasinya adalah pada perang Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nilai-nilai kejuangan yang terkandung dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan ‘adalah sebagai berikut :

1. Nilai kejuangan relegius (iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa).
2. Nilai kejuangan rela dan ikhlas berkorban.
3. Nilai kejuangan tidak mengenal menyerah.
4. Nilai kejuangan harga diri.
5. Nilai kejuangan percaya diri.
6. Nilai kejuangan pantang mundur.
7. Nilai kejuangan patriotisme.
8. Nilai kejuangan heroisme.
9. Nilai kejuangan rasa senasib dan sepenanggungan.
10. Nilai kejuangan rasa setia kawan.
11. Nilai ke juangan nasionalisme dan cinta tahah air
12. Nilai kejuangan persatuan dan kesatuan.

e. Era Mengisi Kemerdekaan.
Pada awal mengisi kemerdekaan timbul berbagai masalah antara lain timbul pergantian kabinet sebanyak 27 kali dan terjadinya berbagai pemberontakan-pemberontakan’i seperti : DIITII, APRA, RMS, Andi Azis, Kahar Muzakar, PRRI/Permesta, dan lain-lain serta terjadinya berbagai penyimpangan dalam penyelenggaraan negara sehingga timbul Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 untuk kembali pada UUD 1945, penyimpangan y’ang sangat mendasar adalah mengubah pandangan hidup bangsa Indonesia Pancasila menjadi ideologi Komunis, yaitu dengan meletusnya peristiwa G30S/PKI. Peristiwa ini dapat segera ditumpas berkat perjuangan TNI pada waktu itu bersama-sama rakyat, maka lahir Orde Baru yaitu kembali kepada tatanan kehidupan yang baru dengan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara mumi dan konsekuen. Selama Orde Baru pembangunan berjalan lancar, tingkat kehidupan rakyat perkapita naik, namun penyelenggaraan negara dan rakyat bermental kurang baik sehingga timbul korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) mengakibatkan krisis keuangan, krisis ekonomi dan krisis moneter serta akhimya terjadi krisis kepercayaan yang ditandai dengan turunnya Kepemimpinan Nasional, kondisi tersebut yang menjadi sumber pemicu terjadinya gejolak sosial. Kondisi demikian ditanggapi oleh mahasiswa dengan aksi-aksi dan tuntutan “Reformasi”, yang pada hakekatnya reformasi adalah perubahan yang teratur, terencana, terarah dan tidak merubah/menumbangkan suatu yang sifatnya mendasar Nilai yang terkandung pada era mengisi kemerdekaan adalah semangat dan tekad untuk mencerdaskan bangsa, mengentaskan kemiskinan dan memerangi keterbelakangan, kemandirian, penguasaan IPTEK serta daya saing yang tinggi berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 sehingga siap menghadapi abad ke-21 dalam era globalisasi.
Dari uraian tersebut diatas bahwa sejarah perjuangan bangsa memiliki peranan dalam memberikan kontribusi niJai-niiai kejuangan bangsa dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk tetap utuh dan tegaknya NKRI yaitu SATU INDONESIA SATU.
Proses Bangsa Yang Menegara.
Proses bangsa menegara adalah suatu proses yang memberikan gambaran tentang bagaimana terbentuknya bangsa, di mana sekelompok manusia yang ada di dalamnya merasakan sebagai bagian dari bangsa dan terbentuknya negara merupakan organisasi yang mewadahi bangsa serta dirasakan kepentingannya oleh bangsa itu, sehingga tumbuh kesadaran untuk mempertahankan tetap tegak dan utuhnya negara melalui upaya Bela Negara. Dalam rangka upaya Bela Negara agar dapat terlaksana dengan baik apabila tercipta pola pikir, sikap dan tindak/perilaku bangsa yang berbudaya sebagai dorongan/motivasi adanya keinginan untuk sadar Bela Negara sebagai berikut : Bangsa Yang Berbudaya, artinya bangsa yang mau melaksanakan hubungan dengan penciptanya “Tuhan” disebut Agama; Bangsa Yang Mau Berusaha, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya disebut Ekonomi; Bangsa Yang Mau Berhubungan Dengan lingkungan, berhubungan sesamanya dan alam sekitarnya disebut Sosial; Bangsa Yang Mau Berhubungan Dengan Kekuasaan, disebut Politik; Bangsa Yang Mau Hidup Aman Tenteram dan Sejahtera, berhubungan dengan rasa kepedulian dan ketenangan serta kenyamanan hidup dalam negara disebut Pertahanan dan Keamanan.
Pada zaman modern adanya negara lazim_ya dibenarkan oJeh anggapan-anggapan atau pandangan kemanusiaan. Demikian pula halnya menurut bangsa Indonesia, sebagaimana dirumuskan di dalam Alinea Pertama Pembukaan UUD 1945, adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga penjajahan, yang bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan harus dihapuskan. Apabila “dalil” inj kita analisis secara teoritis, maka hidup berkelompok “baik bermasyarakat, berbangsa dan bernegara seharusnya tidak mencerminkan eksploitasi sesama manusia (penjajahan) harus berperikemanusiaan dan harus berperikeadilan. Inilah teori pembenaran paling mendasar dari pada bangsa Indonesia tentang bernegara. Hal yang kedua yang memerlukan suatu analisa ialah bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, mengapa dalam penerapannya sering timbul pelbagai ragam konsep bernegara yang kadang-kadang dapat saling bertentangan. Perbedaan konsep tentang negara yang dilandasi oleh pemikiran ideologis adalah penyebab utamanya, sehingga perlu kita pahami filosofi ketatanegaraan tentang makna kebebasan atau kemerdekaan suatu bangsa dalam kaitannya dengan ideologinya. Namun di dalam penerapannya pada zaman modern, teori yang universal ini didalam kenyataannya tidak diikuti orang. Kita mengenal banyak bangsa yang menuntut wilayah yang sama, demikian pula halnya banyak pemerintahan yang menuntut bangsa yang sama. Orang kemudian beranggapan bahwa pengakuan dari bangsa lain, memerlukan mekanisme yang memungkinkan hal tersebut adalah lazim disebut proklamasi kemerdekaan suatu negara.
Perkembangan pemikiran seperti ini mempengaruhi pula perdebatan di dalam PPKI, baik didalam membahas wilayah negara maupun di dalam merumuskan Pembukaan UUD 1945 yang sebenarnya direncanakan sebagai naskah Proklamasi. Oleh karena itu merupakan suatu kenyataan pula bahwa tidak satupun warga negara Indonesia yang tidak menganggap bahwa terjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah pada waktu Proklamasi 17 Agustus 1945, sekalipun ada pihak-pihak terutama luar negeri yang beranggapan berbeda dengan dalih teori yang universal….

 

Sumber: Ratmaningsih, Neiny. 2004. PPKn Untuk SMU Kelas II. Bandung: grafindo media pratama

TEORI FREUD


A. Psikoanalisis Teori Sigmund Freud
Sigmund Freud adalah bapak psikoanalisis yang lahir di Moravia pada tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Sigmund Freud merupakan pendiri psikoanalisis. Psikoanalisis adalah aliran yang mendalami jiwa manusia sampai ke alam bawah sadarnya.
Teori psikoanalistis dari Freud menekankan pentingnya pengalaman masa kanak-kanak awal dan motivasi di bawah sadar dalam mempengaruhi perilaku. Freud berpikir bahwa dorongan seks dan instink dan dorongan agresif menjadi penentu utama dari perilaku atau bahwa orang bekerja menurut prinsip kesenangan.
 Teori kepribadian Freud diikhtisarkan dalam rangka sebagai berikut:
1. Struktur dasar kepribadian yang tersusun dari tiga komponen yaitu
 Das Es ( the Id) yaitu aspek biologis, yang ada sejak lahir dan terdiri dari instink dan dorongan mendasar yang mencari kepuasan langsung, tanpa menghiraukan konsekuensinya. Id harus dikendalikan oleh masing-masing individu.
Untuk menghilangkan ketidakenakaan itu Das Es mempunyai dua macam cara:
a) Refleks dan reaksi-reaksi otomatis, seperti berkedip;
b) Proses primer, orang lapar membayangkan makanan.
 Das Ich (the Ego) yaitu aspek psikologis, mulai berkembang selama tahun pertama kehidupan dan terdiri dari proses mental, daya penalaran, pikiran sehat yang bekerja menurut realitas yang mmbantu id menentukan ekspresi.
 Das Ueber Ich (the Supe rego) yaitu aspek sosiologis, berkembang saat puncak kedewasaan dan mewakili nilai-nilai sosial yang tergabung dalam struktur kepribadian dari individu. Fungsi pokok Das Ueber Ich berhubungan dengan aspek kepribadian: a) merintangi impuls-impuls Das Es, b) mendorong Das Ich untuk mengejar hal-hal yang moralitas daripada yang realistis, c) mengejar kesempurnaan.
Id dan superego sering bertentangan, menyebabkan konflik pada individu. Ego berusaha memperkecil konflik dengan menjaga keseimbangan dari dorongan instink dan larangan-larangan masyarakat.
2. Dinamika Kepribadian terjadi oleh adanya energi psikis yang disimpan dalam insting-insting, yaitu:
a. insting hidup, seperti insting makan dan yang dutamakan adalah insting seksual. Bentuk energi psikis ini yaitu libido
b. insting mati, insting merusak/dorongan agresif. Suatu insting mempunyai empat sifat, yaitu: sumber, tujuan,obyek, dan pendorong/ penggerak.
Freud mengemukakan adanya tiga macam kecemasan, yaitu: kecemasan realistis, neurotis, dan moral/berdosa.
3. Perkembangan Kepribadian yang timbul karena individu menghadapi berbagai hal yang dapat menjadi sumber tegangan (tension), yaitu:
a) proses pertumbuhan fisiologis, b) frustrasi, c) konflik, d) ancaman.
Untuk mereduksi tegangan itu dengan cara identifikasi(bertingkah laku seperti orang lain), dan pemindahan objek (sublimasi).
Menurut Freud, salah satu cara orang mengurangi kegelisahan dan konflik dengan menggunakan mekanisme pertahanan (defense mechanism) yang digunakan secara tidak sadar dan menjadi patologis atau penyakit jika digunakan secara berlebihan.
 Beberapa mekanisme pertahanan diri Das Ich yaitu:
1. Repression (penekanan) yaitu dorongan hati yang mendesak ke pikiran tidak sadar yang terus menyebabkan konflik dan menggunakan pengaruh kuat terhadap perilaku kita. Repression terdiri dari alam sadar, prasadar, dan tak sadar.
2. Regression (kemunduran) yaitu kembali pada kemampuan tahap perkembangan sebelumnya/ adanya sikap kekanak-kanakan ketika menghadapi kegelisahan. Misal: Siswa SD ngompol ketika merasa tidak diperhatikan.
3. Sublimation yaitu menggantikan perilaku yang tidak disukai dengan perilaku yang diterima secara sosial. Misal: ketika marah dengan teman untuk melampiaskan kemarahannya dengan olahraga.
4. Displacement (penggantian) yaitu mengubah emosi yang kuat dari sumber frustrasi dan melepaskannya kepada obyek lain. Misal: marah pada teman dilampiaskan pada hewan.
5. Reaction formation (pembentukan reaksi) yaitu bertindak yang sepenuhnya berlawanan dengan perasaanya untuk menyembunyikan perasaannya. Misal: menyukai seseorang namun menunjukkan perilaku yang seolah-olah membenci.
6. Proyeksi yaitu menempatkan sift batin sendiri, dihayati/diamati sebagai sifat benda di luar dirinya.
7. Fiksasi yaitu berhenti pada suatu fase perkembangan tertentu yang seharusnya sudah ditinggalkan.
8. Isolasi yaitu menyisihkan sesuatu dengan menganggapnya sebagai hal yang tidak penting.
9. Introyeksi
10. Membalik pada diri sendiri
11. Justifikasi, dengan bentuk-bentuk khususnya: rasionalisasi (memberikan alasan yang rasional pada suatu kejadian), kausalisasi, dan transkulpulasi (mengkambinghitamkan pihak lain walau diri sendiri yang berbuat salah).
Represi adalah landasan dari mekanisme pertahanan. Tujuan setiap mekanisme adalah menekan/menolak keinginan-keinginan yang mengancam di luar kesadaran.
 Tahapan perkembangan psikoseksual pada awal masa kanak-kanak menurut Freud:
a. Tahap oral (hingga usia0-1 tahun) yaitu kenikmatan bayi berpusat si sekitar mulut seperti mengunyah, menghisap, dan menggigit. Tindakan ini mengurangi tekanan pada bayi.
b. Tahap anal (usia 1-3 tahun) yaitu kenikmatan terbesar anak pada lubang anus/ fungsi pengeluaran yang diasosiasikan denggannya. Latihan otot-otot lubang dubur mengurangi ketengangan.
c. Tahap phalik (usia 3-6 tahun); phalic berasal dari kata phallus yang artinya alat kelamin laki-laki(penis). Kenikmatan berpusat alat kelamin ketika anak menemukan bahwa manipulasi diri dapat memberi kenikmatan. Pada tahap ini muncul Oedipus Complex yaitu konsep freud pada anak kecil yang mengembangkan suatu keinginan yang mendalam untuk menggantikan orangtua yang sama jenis kelamin dengannya dan menikmati afeksi dari orangtua yang berbeda jenis kelamin dengannya.
Pada usia kira-kira 5-6 tahun, anak-anak menyadari jika orangtua yang sama jenis kelaminnya dapat menghukum mereka atas keinginannya ( insect wishes). Untuk mengurangi konflik ini, anak mengidentifikasikan diri dengan orangtua yang sama jenis kelaminnya. Jika konflik ini tidak teratasi, anak dapat terfiksasi pada tahap phalik.
d. Tahap laten (usia 6 tahun-pubertas/remaja) yaitu anak menekan semua minat terhadap seks dan mengembangkan keterampilan sosial dan intelektual. Kegiatan ini menolong anak yang mengalami tekanan pada tahap phalic.
e. Tahap pubertas (usia 12-20 tahun) yaitu suatu masa kebangkitan seksual dan sumber kenikmatan seksual sekarang menjadi seseorang di luar keluarga.
f. Tahap genital
Tahap ini dimulai pada saat usia pubertas, ketika dorongan seksual sangat jelas terlihat pada diri remaja, khususnya yang tertuju pada kenikmatan hubungan seksual. Masturbasi, seks oral, homoseksual dan kecenderungan-kecenderungan seksual lain, tidak dianggap Freud sebagai seksualitas yang normal.
 Kelemahan Teori Freud
 Metode studinya yang dianggap kurang reliabel, sulit diuji secara sistematis dan sangat subyektif.
 Konstruk-konstruk teorinya juga sulit diuji secara ilmiah sehingga diragukan keilmiahannya. Beberapa konsepnya bahkan dianggap fiksi, seperti Oedipus complex.

B. Teori Erik Erikson
Erik Erikson dilahirkan pada 15 Juni 1902 di Danish dekat kota Frankfurt, Jerman. Erik Erikson adalah penganut teori psikodinamika/psikoanalisis dari Freud. Teorinya lebih luas daripada Freud dan mencakup keseluruhan masa hidup, dengan perhatian pada variasi lebih luas dari faktor-faktor motivasi dan lingkungan.
1. Tahap perkembangan psikososial
Erikson memperluas teori dari Freud dengan mencoba meletakkan hubungan antara gejala psikis dan sisi edukatif, serta gejala masyarakat budaya di pihak lain. Menurutnya, masyarakat memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan psikososial pada individu. Adapun hal yang perlu dicermati dalam tahap ini, yaitu pertama, setiap individu melewati perkembangan sosial yang sama, namun setiap budaya mempunyai cara sendiri untuk menguatkan dan mengarahkan perilaku individu setiap tahapnya. Kedua, budaya berubah seiring waktu, dan penyebab lainnya membuat budaya berubah dan beradaptasi sesuai dengan lingkungan masyarakat dan kebutuhannya.
Erikson membagi manusia perkembangan menjadi 8 tahap dan mengatakan bahwa individu mempunyai tugas psikososial yang perlu dikuasai selama tiap tahap, antara lain:
a. Kepercayaan vs Ketidakpercayaan (Basic Trust vs Mistrust)
Periode perkembangan usia 0-1 tahun dengan karakteristik rasa percaya menuntut perasaan nyaman secara fisik dan sejumlah kecil ketakutan akan masa depan. Kepercayaan pada masa bayi menentukan tahap bagi harapan seumur hidup bahwa dunia akan menjadi tempat tinggal yang baik dan menyenangkan.
b. Otonomi vs Rasa Malu dan Ragu-ragu (Autonomy vs Shame/Doubt)
Periode perkembangan tahun ke-2, bayi yang mendapat kepercayaan dari pengasuh mulai menemukan perilaku mereka sebagai milik sendiri dan mulai menyatakan rasa mandiri/otonomi juga memiliki kemauan. Namun jika terlalu dibatasi akan cenderung mengembangkan rasa malu dan ragu-ragu.
c. Inisiatif vs Rasa Bersalah (Initiative vs Guilt)
Pada tahap perkembangan 3-5 tahun, saat anak prasekolah lebih tertantang menghadapi suatu dunia sosial yang lebih luas. Anak berperilaku aktif dan diharapkan menerima tanggungjawab atas semua perilakunya. Pengembangan tanggung jawab meningkatkan prakarsa. Namun jika anak tidak diberi kepercayaan dan dibuat cemas maka akan muncul perasaan bersalah. Erikson yakin jika rasa bersalah dengan cepat digantikan oleh rasa berhasil.
d. Tekun vs Rendah Diri (Industry vs Inferiority)
Pada periode perkembangan 6 tahun-pubertas, ketika anak beralih ke masa pertengahan dan akhir, energi mereka menuju penguasaan pengetahuan dan keterampilan intelektual. Bahaya pada tahun-tahun sekolah dasar adalah perkembangan rasa rendah diri, perasaan tidak berkompeten dan tidak produktif. Erikson yakin guru memiliki tanggung jawab khusus bagi perkembangan ketekunan anak-anak.
e. Identitas dan Kebingungan Identitas (Identity vs Identity Confusion)
Pada periode perkembangan usia 10-20 tahun, remaja dihadapkan dengan banyak peran baru dan status orang dewasa. Orang tua mengijinkan remaja menjelajahi banyak peran dan jalan yang berbeda dalam status peran khusus. Jika remaja menjajaki dengan jalan positif maka identitas positif akan dicapai, namun jika sebaliknya maka kebingungan identitas akan meningkat.
f. Keakraban vs Keterkucilan (Intimacy vs Isolation)
Pada periode perkembangan 20-30 tahun, individu mempunyai tugas perkembangan pembentukan relasi intim dengan orang lain.Erikson menggambarkan keintiman sebagai penemuan diri sendiri pada diri orang lain namun kehilangan diri sendiri.jika individu membentuk oersahabatan akrab maka keintiman dicapai, juka tsebaliknya maka akan terjadi isolasi.
g. Bangkit vs Tetap (Generativity vs Stagnation)
Pada periode perkembangan 40-50 tahun, membantu generasi muda mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna ialah Generativity, jika belum melaksanakan sesuatu untuk menolong generasi berikutnya ialah stagnation.
h. Keutuhan dan Keputusasaan (Integrity vs Despair)
Pada periode perkembangan usia >60 tahun yaitu tahun-tahun akhir kehidupan, kita menoleh ke belakang dan mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dengan kehidupan kita. Jika manusia usia lanjut menyelesaikan banyak tahap sebelumnya secara positif maka pandangan retrospektif akan menghasilkan rasa puas, jika menyelesaikan banyak tahap sebelumnya secara positif maka pandangan retrospektif akan menghasilkan rasa bersalah/ despair (putus asa).
2. Penekanan Pada Identitas
Erikson menekankan bahwa individu selalu mencari identitas pada tiap tahapan perkembangan. Jika proses pencarian identitas diri berjalan baik maka tahapan berikutnya akan semakin kuat walau akan tetap mencapai puncak krisis pada masa remaja.
3. Perluasan Metodologi Psikoanalisis
Menurut Erikson, dalam mempelajari perkembangan individu ada tiga metode baru yang dapat digunakan, yaitu observasi langsung, perbandingan cross-cultural, dan sejarah psikologis.
 Kelemahan Teori Erikson
Pada teori psikoanalisis Erikson terdapat kelemahan yang dapat menimbulkan kritikan diantaranya yaitu:
a. Tidak dapat diterapkan secara universal berarti bahwa saat menganalisis tahap perkembang identitas remaja yang dianggap sebagai tahap penting karena pada tahapan ini merupakan tahapan untuk mencari jati diri. Namun Erikson menganalisis tahapan identitas remaja ini hanya untuk kaum laki-laki.
b. Erikson mendapat kritikan hebat dari kaum perempuan karena mereka beranggapan bahwa Erikson menempatkan perempuan dalam posisi yang lebih rendah serta membatasi pilihan perempuan untuk berdiam diri di rumah, menjadi isteri dan ibu,

C. Perbedaan Teori Freud dan Erikson
1. Teori Freud
a. Sigmund hanya memuat prilaku perkembangan manusia pada masa kanak-kanak saja
b. Dalam teori psikoanalitik, struktur kepribadian manusia itu terdiri dari id, ego dan superego.
c. Freud mengembangkan teknik psikoanalisa sebagai suatu metode penyembuhan penyakit kejiwaan, dan dia merumuskan teori tentang struktur pribadi manusia dan dia juga mengembangkan atau mempopulerkan teori psikologi yang bersangkutan dengan rasa cemas, mekanisme mempertahankan diri, ihwal pengkhitanan, rasa tertekan, sublimasi.
2. Teori Erikson
a. Perkembangan Erikson memfokuskan pada perkembangan psikososial sejak kecil hingga dewasa dalam delapan tahap.
b. Menurut Erickson kecerdasan lebih jauh lagi diungkapkan Gardner yang dikenal konsep kecerdasan Jamak adalah : Linguistik, logika, matematika, spasial, kinestetik, musik, intrapersonal, interpersonal serta naturalis. Setiap orang mempunyai berbagai potensi tersebut dan masing-masing dapat dikembangkan ke tahap tertentu.

Daftar Pustaka

Eka, R. I. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.
Suryabrata, S. (2008). Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Suryabrata, S. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Tsunami


TSUNAMI

Menghilangkan Jerawat


Cara menghilangkan jerawat secara alami dan tradisional. Jerawat merupakan permasalahan yang sering meresahkan siapa saja, tidak peduli tua dan muda. Berbagai cara bisa di tempuh untuk menghilangkan jerawat, bahkan banyak yang rela merogoh gocek tebalnya demi menghilangkan jerawat.

acne scars Cara Menghilangkan Jerawat

Bagi mereka yang berduit itu bukanlah masalah besar, namun tidak semua bisa melakukan hal itu. Jika ada cara alami (tradisional) untuk menghilangkan jerawat kenapa tidak?. Maka dari itu kali ini merahitam akan membagi sedikit tips cara menghilangkan jerawat secara tradisional, dengan biaya yang terjangkau, terutama untuk pelajar yang lagi memasuki masa puber. Ok langsung saja simak cara menghilangkan jerawat di bawah ini:

  • Bawang Putih
    Ada dua pilihan dalam menggunakan bawang putih untukmenghilangkan jerawat. Pertama dengan menumbuk dua atau lebih bawang putih hingga cukup halus lalu dioleskan ke bagian wajah yang berjerawat. Diamkan selama 10 menit lalu bilas. Sedangkan cara kedua adalah dengan memakan satu atau lebih bawang putih setiap hari. Banyak yang mengatakan kedua cara ini cukup efekktif, namun bagi kalian yang tidak menyukai bau bawang putih mungkin lebih baik menempuh cara yang lain. Jangan khawatir masih banyak cara alami lainnya yang akan saya jelaskan di bawah ini.
  • Putih Telur
    Bagaimana caranya? Mudah saja. Pisahkan kuning telur dan ambil putih telurnya saja. Kocok sebentar lalu oleskan ke wajah dan diamkan selama 15 menit. Putih telur ini akan membantu mengurangi minyak di wajah yang seringkali menyebabkan timbulnya jerawat.
  • Pasta Gigi
    Satu hal yang perlu diingat disini pasta gigi yang digunakan adalah yang bentuknya pasta(seperti Pepsodent) bukan yang bentuknya gel(seperti Close Up). Caranya hampir sama denga kedua cara di atas. Oleskan pasta gigi ke jerawat dan bagian lain di sekitar jerawat tersebut sebelum tidur. Biarkan semalaman/sampai pagi kemudian bilas dengan air bersih.
  • Lidah Buaya
    Ambil satu daun lidah buaya, potong beberapa bagian, kelupas kulit luarnya, oleskan di bagian yang muncul jerawat, dan ulangi melakukan cara ini tiap pagi dan sore. Jika kalian cukup telaten, jerawat mungkin akan dapat mongering dan mengelupas selama 3 hari. Selain itu lidah buaya juga mampu menghilangkan bekas jerawat yang membandel. Sekali lagi kuncinya hanya satu, TELATEN!
  • Tomat
    Buah yang satu ini selain bagus untuk kesehatan mata juga cukup efektif menghilangkan komedo hitam(blackheads). Yang pertama harus dilakukan adalah mengiris tomat menjadi dua lalu oleskan ke seluruh wajah yang berjerawat dan biarkan selama 15 menit – 1 jam kemudian bilas.
  • Lemon/Jeruk Nipis + Air Mawar
    Lemon, jeruk nipis dan buah-buah sebangsanya mengandung citric acid yang sangat kaya, dimana citric acid ini sangat baik untuk memindahkan sel-sel kulit yang mati yang bisa menyebabkan jerawat. Caranya yaitu dengan mencampurkan jus/perasan lemon dengan air mawar kemudian oleskan di wajah dan biarkan selama 10-15 menit. Setelah itu bilas dengan air hangat. Penerapan terapi ini secara rutin dan konsisten selama 15 hari akan memberikan hasil yang cukup luar biasa(sudah banyak yang membuktikan, termasuk saya).

Selamat mencoba….

dijamin ampuuhhh…🙂

Virus Komputer


Menghapus dengan antivirus di komputer lain

Dengan melepaskan hardisk komputer yang telah terinfeksi virus kemudian dipasangkan ke komputer lain yang memilki antivirus yang terbaru atau setidaknya mampu mengenali virus di sistem yang telah terinfeksi. Lakukan full scanning pada hardisk sistem yang terinfeksi dan hapus semua virus yang ditemukan. Setelah selesai hardisk tersebut sudah dapat dipasang kembali dikomputer dan jalankan sistem seperti biasa. Lakukan pemeriksaan kembali apakah komputer masih menunjukkan gejala yang sama saat terkena virus. Cara ini ampuh membersihkan virus sepanjang antivirus di komputer lain tersebut dapat mengenali dan menghapus virus di hardisk yang terinfeksi. Namun virus masih meninggalkan jejak berupa autorun atau startup yang tidak berfungsi. Jejak ini terkadang memunculkan pesan error yang tidak berbahaya namun mungkin sedikit mengganggu.

Menghapus dengan sistem operasi lain

Pada laptop atau komputer yang tidak dapat dilepas harddisknya maka cara lain adalah menjalankan sistem operasi lain yang tidak terinfeksi virus dan melakukan full scan terhadap seluruh harddisk. Biasanya ada beberpa pengguna yang menggunakan dual OS seperti Linux dan Windows atau Windows XP dan Windows Vista dsb. Selain itu bisa juga menggunakan LiveCD atau OS Portable seperti Knoopix dan Windows PE ( Windows yang telah diminimazed dan dapat dibooting dari media penyimpanan portable seperti flash disk atau CD.) lalu lakukan full scanning dengan antivirus terbaru. Efektifnya sama dengan menghapus virus dengan antivirus di komputer lain contoh diatas. Virus terkadang masih meninggalkan jejak tidak berbahaya.

Menghapus secara manual

Bila anda kesulitan melakukan hal diatas masih ada cara lain yaitu dengan cara manual. Langkah-langkah tersebut adalah:

  1. Matikan process yang dijalankan oleh virus. Virus yang aktif pasti memiliki process yang berjalan pada sistem. Process ini biasanya memantau aktifitas sistem dan melakukan aksinya bila ada kejadian tertentu yang dikenali virus tersebut. Contohnya pada saat kita memasang flash disk, process virus akan mengenali aksi tersebut dan menginfeksi flash disk dengan virus yang sama. Proses ini harusnya bisa dilihat dari task manager yang bisa diaktifkan dengan tombol Ctrl + Alt + Del namun terkadang virus akan memblokir aksi ini dengan melakukan log off, menutup window Task Manager, atau restart sistem. Cara lain adalah menggunakan tool lain untuk melihat dan mematikan proses virus. Saya biasa menggunakan Process Explorer dari http://www.sysinternals.com/. Dengan tool ini anda bisa mematikan process yang dianggap virus. Pada saat mematikan proses milik virus perlu diperhatikan terkadang proses milik virus terdiri atas lebih dari 1 proses yang saling memantau. Bila 1 proses dimatikan maka proses tsb akan dihidupkan lagi dengan proses lainnya. Karena itu mematikan process virus harus dengan cepat sebelum proses yang dimatikan dihidupkan lagi oleh proses lainnya. Kenali terlebih dahulu proses yang dianggap virus lalu matikan semuanya dengan cepat. Biasanya virus menyamar menyerupai proses windows tapi tentu ada bedanya seperti IExplorer.exe yang meniru Explorer.exe. Berikut adalah proses windows yang bisa dijadikan referensi proses yang dikategorikan aman:
    C:\WINDOWS\system32\smss.exe
    C:\WINDOWS\system32\csrss.exe
    C:\WINDOWS\system32\winlogon.exe
    C:\WINDOWS\system32\services.exe
    C:\WINDOWS\system32\svchost.exe
    C:\WINDOWS\system32\lsass.exe
    C:\WINDOWS\Explorer.exe

    Selain process explorer anda bisa menggunakan tools lainnya yang mungkin lebih mudah dan bisa menghapus process sekaligus. Contoh lain adalah HijackFree. Anda bisa mencari di google tools sejenis.

  2. Setelah proses mematikan virus berhasil lakukan pengembalian nilai default parameter sistem yang digunakan virus untuk mengaktifkan dirinya dan memblokir usaha menghapus dirinya. Parameter tersebut berada pada registry windows yang bisa di reset dengan nilai defaultnya. Simpan file berikut dengan nama apa saja dengan extention file .reg. Kemudian eksekusi file tersebut dengan mengklik 2 kali. Bila ada konfirmasi anda bisa menjawab Yes/Ok. Berikut file registry tersebut:
    Windows Registry Editor Version 5.00
    [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced]
    "Hidden"=dword:00000000
    "SuperHidden"=dword:00000000
    "ShowSuperHidden"=dword:00000000
    
    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot]
    "AlternateShell"="Cmd.exe"
    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot]
    "AlternateShell"="Cmd.exe"
    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot]
    "AlternateShell"="Cmd.exe"
    
    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon]
    "Shell"="Explorer.exe"
    "Userinit"="C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,"
    
    [HKEY_CLASSES_ROOT\regfile\shell\open\command]
    @="regedit.exe \"%1\""
    
    [HKEY_CLASSES_ROOT\scrfile\shell\open\command]
    @="\"%1\" %*"
    
    [HKEY_CLASSES_ROOT\piffile\shell\open\command]
    @="\"%1\" %*"
    [HKEY_CLASSES_ROOT\comfile\shell\open\command]
    @="\"%1\" %*"
    [HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\open\command]
    @="\"%1\" %*"

    File registry diatas akan membuka blokir regedit, mencegah virus mencangkokkan dirinya pada sistem, dan reset parameter lain untuk mencegah virus jalan lagi.

  3. Setelah proses virus dimatikan dan parameter sistem di reset. Cegah virus aktif kembali dengan menghapus entry virus pada autorun dan startup Windows. Bisa menggunakan tool bawaan windows MSConfig atau mengedit langsung pada registry dengan Regedit. Untuk lebih mudahnya gunakan tools pihak ketiga seperti autoruns dari http://www.sysinternals.com untuk menghapus entry autorun dan startup milik virus tsb. Jangan lupa periksa folder StartUp pada menu Start Menu -> Programs -> Startup dan pastikan tidak ada entry virus tsb.
  4. Download antivirus terbaru dan lakukan full scanning pada sistem agar antivirus memeriksa keseluruhan sistem dan menghapus semua virus yang ditemukan. Saya menyarankan avira yang bisa didownload dari http://www.free-av.com karena sifatnya free dan scanner virus yang sama tangguhnya dengan antivirus komersil seperti Symantec atau Kaspersky.
  5. Sebelum restart pastikan anda tidak melewatkan virus baik dari proces atau autorun dan startup sistem. Karena bila tidak maka pada saat restart maka sistem akan kembali seperti pada saat terinfeksi virus dan sia-sia semua langkah yang anda lakukan sebelumnya.
  6. Setelah restart periksa kembali komputer anda dan perhatikan apakah gejala yang muncul pada saat komputer terinfeksi masih ada atau tidak. Bila ada maka anda terlewat beberpa autorun virus atau reset parameter sistem diatas tidak berhasil. Lakukan langkah diatas dan periksa lebih cermat tiap langkah anda sebelum melakukan restart sistem.

Itulah langkah-langkah penghapusan virus pada sistem Windows XP. Untuk mencegah virus datang kembali sebaiknya anda rajin update antivirus atau memasang aplikasi pencegah seperti WinPooch atau Comodo Firewall yang akan memperingatkan pengguna bila ada program lain yang akan memodifikasi sistem. Jadi walaupun virus tersebut tidak dikenali akan tetapi sebelum masuk maka pengguna akan diperingatkan oleh aplikasi pencegah. Bila anda mengenali program yang hendak mengakses sistem anda maka anda bisa mengijinkan akses tersebut namun bila tidak sebaiknya tolak dan blokir akses tersebut karena ada kemungkinan program tersebut adalah virus.

Berhati-hati pada saat membuka flash disk. Jangan membuka flash disk dengan klik 2 kali. Buka dengan klik kanan lalu pilih menu Open agar fitur autoplay pada flash disk tidak menjalankan virus secara ototmatis. Jangan lupa perhatikan file yang anda buka. Walaupun iconnya sama perhatikan bahwa file yang anda buka buka tipe application atau program. Pastikan file word adalah betul-betul word dan folder betul-betul folder bisa dengan melihat detail atau properties dari file tsb. Semoga artikel ini membantu dan mencegah anda terinfeksi virus komputer.

Sumber: http://www.thinkrooms.com/