Vitamin


A. Vitamin
1. Pengertian Vitamin
Vitamin berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya “hidup” dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian.
Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan.

Gambar 1. Christiaan Eijkman, salah satu tokoh penting dalam sejarah penemuan vitamin.

Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air, yaitu B dan C, sedangkan vitamin lainnya, yaitu vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh.
Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus.

2. Macam vitamin
a. Vitamin Yang Larut Dalam Lemak
1) Vitamin A
Vitamin A juga dikenal dengan nama retinol.Vitamin A bentuk jadi yang larut dalam lemak adalah campuran yang hampir tanpa warna, kuning pucat, namun pigmen yang bertindak sebagai pendahulu vitamin A kalau bukan kuning tua biasanya jingga-kuning muda.Vitamin A bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara.
a) Peranan vitamin A dalam tubuh manusia :
o Pembentukan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina.
o Menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh.
o Mempertahankan jaringan ari dalam keadaan sehat.
o Membantu pertumbuhan dan perkembangan.

Gambar 2. Sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan sebagai sumber vitamin A dan vitamin B yang tinggi.

Tanpa vitamin A, pertumbuhan menjadi terhambat dan rangka tubuh berhenti tumbuh sebelum jaringan lunak tubuh terpengaruh.
b) Kekurangan vitamin A:
o Dapat timbul karena makanan yang kurang penyerapan dan transport vitamin a yang kurang baik dalam tubuh.
o Apabila terjadi defisiensi vitamin a, penderita akan mengalami rabun senja dan katarak (penyakit mata yang timbul karena kekurangan vitamin a dalam makanan akan merusak kornea mata dan biasanya diikuti kebutaan(xerophthalmia).
o Dapat mengalami infeksi saluran pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh
o Kondisi kulit yang kurang sehat.
c) Kelebihan asupan vitamin A (hipervitaminosis A):
o dapat menyebabkan keracunan pada tubuh.
o Penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain: pusing-pusing, kerontokan rambut, kulit kering bersisik, dan pingsan.
o bila sudah dalam kondisi akut, kelebihan vitamin A di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerabunan, terhambatnya pertumbuhan tubuh, pembengkakan hati, dan iritasi kulit.
Provitamin A biasanya dalam bentuk beta-karotin ditemukan dalam pangan seperti : jagung kuning, wortel, labu, semangka kuning, minyak sawit merah, ubi jalar kuning, tomat, sayuran berdaun hijau tua, dan berbagai buah yang dagingnya berwarna kuning dan jingga.

2) Vitamin D
Vitamin D merupakan suatu vitamin yang larut dalam lemak, jika terdapat suatu kelebihan, tubuh manusia mempunyai kemampuan untuk menyimpannya dalam hati dan jaringan lemak untuk penggunaan di kemudian hari.
Vitamin D dapat diperoleh baik sebagai vitamin dalam bentuk jadi dalam pangan atau dari provitamin. Provitaminnya adalah sterol suatu bahan yang menyerupai lemak yang ditemukan dalam tubuh. Jika kulit yang mengandung sterol provitamin D dibiarkan terkena sinar matahari (sinar ultraviolet), maka dengan cara tersebut terbentuk vitamin D.
a) Kekurangan Vitamin D
Fungsi utama vitamin D dalam tubuh adalah mengatur kapur dan pembentukan posfor, maka bila kadar vitamin D rendah:
o tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X.
o Gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan.
o osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang. Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja, sedangkan pada manula, penyakit ini dinamakan osteoporosise, yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang.
b) Kelebihan vitamin D
dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat badan, muntah-muntah, dan dehidrasi berlebihan.
Vitamin D secara alami ditemukan dalam bahan makanan, seperti minyak ikan, ikan berlemak, hati, susu,dan mentega (makanan hewani).
Riketsia adalah penyakit gizi yang disebabkan kekurangan vitamin D pada anak-anak kecil selama masa pertumbuhan yang cepat.

3) Vitamin E
Cara vitamin E berfungsi tidak diketahui dengan baik, kecuali bahwa fungsinya ialah sebagai antioksidan.Kemampuan ini dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat mengoksidir lemak lain dan vitamin A serta vitamin C, semua bahan yang mudah rusak karena oksidasi.
a) Vitamin E sebagai antioksidan mempunyai peran:
o Menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati;
o Melindungi paru-paru manusia dari polusi udara.
Sumber yang paling kaya akan vitamin E adalah minyak sayuran, butiran padi-padian yang utuh, sayuran berdaun hijau, ikan, ayam, kuning telur, dan ragi.

Struktur molekul vitamin E

Gejala kekurangan vitamin E pada manusia ditemukan hanya pada orang yang tidak mampu menyerap lemak dengan normal dan bagi yang dilahirkan sebelum waktunya serta diberi makanan buatan.
Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita. Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan.

4) Vitamin K
Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan. Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzim untuk mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat. Oleh karena itu, kita perlu banyak mengkonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang merupakan sumber vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan di dalam tubuh.

b. Vitamin Yang Larut Dalam Air
1) Vitamin B – Kompleks
Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.

a) Vitamin B1(Thiamin)
Dikenal juga dengan nama tiamin (faktor pencegah beri-beri), merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari.
Thiamin berfungsi sebagai suatu bagian ensim pembantu dalam susunan ensim pembantu tubuh.Ensim pembantu thiamin juga diperlukan untuk pelepasan tenaga oleh lemak dan protein. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik, tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf.
Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengkonsumsi gandum, nasi, ragi, hati, daging babi, butiran padi-padian utuh, biji-bijian yang mengandung minyak, dan tanaman kacang-kacangan. Akan tetapi, sayuran yang hijau, daging, ikan, susu, dan telur merupakan sumber thiamin yang berguna. Bahan makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1.

Gambar 3. Beri-beri, penyakit yang disebabkan oleh defisiensi vitamin B1.

b) Vitamin B2 (Riboflavin)
Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi.
Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku. Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Butiran padi-padian dan kacang-kacangan merupakan sumber yang cukup baik akan riboflavin.
Riboflavin merupakan sebagian dari ensim pembantu dalam tubuh yang berfungsi dalam pemecahan (oksidasi) karbohidrat, lemak, dan protein dalam tubuh. Ensim tersebut bekerjasama dengan thiamin dan niasin. Riboflavin juga penting untuk kesehatan kulit, mata, dan syaraf.
Gejala kekurangan riboflavin seperti menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir membengkak dan sakit,pecah dan pedih pada pinggiran mulut, sariawan, keluar air mata dn menjadi peka terhadap cahaya.

c) Vitamin B3 Niasin
Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo.
Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis.
Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual. Jika penyediaan niasin dalam pangan kurang untuk jangka waktu yang lama maka dapat menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai pellagra.
Walaupun niasin tidak mudah rusak karena kenyataan bahwa bahan tersebut larut dalam air, beberapa daripadanya akan hilang jika pangan yang mengandung niasin direbus.Penggunaan jumlah air yang sedikit akan membantu mencegah kehilangan tersebut.

d) Vitamin B5
Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.
e) Vitamin B6
Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh.
Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.
f) Vitamin B12
Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh.
Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah. Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Susunan vegetari kurang akan vitamin B12, kecuali joka mereka minum susu, keju, telur,atau ragi untuk membuat bir. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.
g) Vitamin C
Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya.
Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot.
Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen.

Gambar 4. Buah jeruk, terkenal atas kandungan vitamin C-nya yang tinggi.
Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah.
Sumber pangan yang baik akan vitamin C adalah buah-buahan, sayuran yang berdaun hijau, tomat. Daun yang hijau tua seperti daun singkong, pepaya, atau ubi jalar menyediakan lebih banyak vitamin C daripada yang berdaun hijau pucat seperti kol.
h) Biotin
Biotin berfungsi sebagai bagian ensim pembantu yang terlibat dalam metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein serta dalam sintese asam lemak berantai panjang dari berantai pendek. Biotin dibuat dalam usus kecil.
Kekurangan biotin pada manusia karena kurangnya biotin dalam pangan tidak diketahui.Akan tetapi avidin, suatu bahan yang terdapat dalam putih telur mentah bertindak sebagai penghalang biotin.Jika bergabung dengan biotin, avidin mencegah penyerapan biotin dalam tubuh. Putih telur yang dimasak dapat meningkatkan penyerapan biotin.
i) Asam Folat
Vitamin ini dikenal juga sebagai folasin turut serta dalam pembentukan beberapa asam amino dan pembuatan beberapa komponen tubuh penting lainnya, termasuk pembentukan sel darah dan pembentukan serta penyempurnaan protein inti yang digunakan untuk membangun inti sel tubuh.Kholin, suatu bahan sebagai salah satu vitamin B juga dibentuk dalam tubuh dengan bantuan ensim pembantu asam folat.
Asam folat terdapat dalam pangan nabati maupun hewani. Sumber yang baik akan asam folat adalah daun hijau tua, ragi, daging, organ hewan, terutama hati, ginjal, butiran padi-padian, kacang-kacangan, dan sayuran hijau
Asam folat dan vitamin B12 bekerjasama dalam beberapa fungsi yang mereka laksanakan dalam tubuh. Misalnya, keduanya perlu untuk pembentukan protein inti yang diperlukan guna membuat sel inti da pembentukan sel darah merah.

About indri_irmy

wants to be a good elementary teacher

Posted on Desember 30, 2011, in knowledge. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: