Perkembangan Anak Usia SD


  1. A. Perkembangan Fisik Anak Usia Sekolah dasar

Pada masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas, kira-kira dua tahun menjelang anak menjadi matang secara seksual, pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat. Oleh karena itu, masa ini sering disebut juga sebagai “periode tenang” sebelum pertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja, meskipun merupakan masa tenang, tetapi hal ini tidak berarti bahwa pada masa ini tidak terjadi proses pertumbuhan fisik yang berarti.

  1. Pertumbuhan fisik

Pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi terutama karena bertambahnya ukuran system rangka dan otot, serta ukuran beberapa organ tubuh. Pada saat yang sama kekuatan otot-otot secara berangsur-angsur bertambah dan gemuk bayi (babyfat) berkurang. Pertambahan kekuatan otot ini adalah karena faktor keturunan dan latihan (olah raga). Karena factor perbedaan jumlah sel-sel otot, maka pada umumnya untuk anak laki-laki lebih kuat dari pada anak perempuan.

  1. Perkembangan motorik

Dengan terus bertambahnya berat dan kekuatan badan,maka pada masa ini perkembangan motorik menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan awal masa anak-anak. Anak-anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan makin pandai meloncat, anak juga makin mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus keterampilan-keterampilan motorik, anak-anak terus melakukan berbagai aktifitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak-anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olah raga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dan lain sebagainya.

Beberapa perkembangan motorik (kasar maupun halus) selama periode ini antara lain :

  1. Anak usia 5 tahun
  • Mampu melompat dan menari
  • Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala, lengan dan badan termasuk kaki
  • Dapat mnghitung jari-jarinya
  • Mendengar dan mengulang hal-hal penting dan mampu bercerita
  • Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya
  • Menprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya
  • Mampu membedakan besar dan kecil
  1. Anak usia 6 tahun
  • koordinasi mata dan tangan
  • ketangkasan meningkat
  • melompat tali
  • bermain sepeda
  • mengetahui kanan dan kiri
  • mungkin bertindak menentang dan tidak sopaN
  • mampu menguraikan objek-objek dengan gambar
  1. Anak usia 7 tahun
  • tangan anak semakin kuat
  • mulai membaca dengan lancar
  • cemas terhadap kegagalan
  • peningkatan minat pada bidang spiritual
  • kadang malu dan sedih
  1. Anak usia 8-9 tahun
  • kecepatan dan kehalusan aktifitas motorik meningkat
  • mampu menggunakan peralatan rumah tangga
  • keterampilan lebih individual
  • ingin terlibat dalam sesuatu
  • menyukai kelompok dan mode
  • mencari teman secara aktif
  1. Anak usia 10-12 tahun
  • perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan pubertas mulai nampak
  • mampu melakukan aktifitas rumah tangga, seperti mencuci dan lain-lain
  • adanya keinginan untuk menyenangkan dan membantu orang lain
  • mulai tertarik dengan lawan jenis.
  1. B. Perkembangan Kognitif Anak Usia Sekolah

Seiring dengan masuknya anak kesekolah dasar, kemapuan kognitifnya urut mengalami perkembangan yang pesat. Karena dengan masuk sekolah, berarti dunia dan minat anak bertambah luas. Dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objek yang sebelumnya kurang berart bagi anak. Dalam keadaan normal, pikiran anak usia sekolah berkembang secara berangsur-angsur. Kalau pada masa sebelumnya daya fikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris maka pada masa ini daya piker anak berkembang kearah berpikir kongkrit, rasional dan objektif. Daya ingatnya menjadi sangat kuat sehingga anak benar-benar berada dalam suatu stadiumbelajar.
Menurut teori piaget, pemikiran anak masa sekolah dasar disebut juga pemikiran operasional kongkrit (concrete operational thought), artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek-objek peristiwa nyata atau kongkrit.dalam upaya memahami alam sekitarnya mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari panca indera, karena anak mulai mempunyai kemampuan untuk membedakan apa yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya.

Dalam masa ini, anak telah mengembangkan 3 macam proses yang disebut dengan operasi-operasi, yaitu:

  1. Negasi(negation)
    Yaitu pada masa kongkrit operasional, anak memahami hubungan-hubungan antara benda atau keadaan yangsatu dengan benda atau keadaan yang lain.
  2. Hubungan timbal balik(Resiprok)

Yaitu anak telah mengetahui hubungan sebab-akibat dalam suatu keadaan.

  1. Identitas
    Yaitu anak sudah mampu mengenal satu persatu deretan benda yang ada.

Operasi yang terjadi dalam diri anak memungkinkan pula untuk mengetahui suatu perbuatan tanpa melihat bahwa perbuatan tersebut ditunjukkan.

Jadi pada tahap ini anak telah memiliki struktur kognitif yang memungkinkannya dapat berfikir untuk melakukan suatu tindakan tanpa ia sendiri bertindak secara nyata.

  1. Perkembangan memori

Selama periode ini, memori jangka pendek anak telah berkembang dengan baik. Akan tetapi, memori jangka panjang tidak terjadi banyak peningkatan dengan disertai adanya keterbatasan-keterbatasan. Untuk mengurangi keterbatasan-keterbatasan tersebut, anak berusaha menggunakan strategi memori yaitu merupakan prilaku disengaja yang digunakan untuk meningkatkan memori. Matlin (1994) menyebutkan empat macam strategi memori yang penting, yaitu:

  1. Rehalsal (pengulangan)

Suatu strategi meningkatkan memori dengan cara mengulang berkali-kali informasi yang telah disampaikan.

  1. Organization (organisasi)

Pengelompokan dan pengkategorian sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan memori. Seperti anak SD sering mengingat nama-nama teman sekelasnya menurut susunan dimana mereka duduk dalam satu kelas.

  1. Imagery (perbandingan)

Membandingkan sesuatu dengan tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang.

  1. Retrieval (pemunculan kembali)

Proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan. Ketika suatu isyarat yang mungkin dapat membantu memunculkan kembali sebuah memori, mereka akan menggunakan secara spontan.

Selain strategi-strategi memori diatas, terdapat hal-hal lain yang mempengaruhimemori anak, seperti tingkat usia, sifat anak (termasuk sikap, kesehatan, dan motivasi), serta pengetahuan yang diperoleh anak sebelumnya.

  1. Perkembangan pemikiran kritis

Perkembangan pemikran kritis yaitu pemahaman atau refleksi terhadap permasalahan secara mendalam, mempertahankan pikian agar tetap terbuka, tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber, serta mampu berpikir secara reflektif dan evaluatif.

  1. Perkembangan kreativitas

Dalam tahap ini anak-anak mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama lingkungan sekolah.

  1. Perkembangan bahasa

Selama masa anak-anak awal, perkembangan bahasa terus berlanjut. Perbendaharaan kosa kata dan cara menggunakan kalimat bertambah kompleks. Perkembangan ini terlihat dalam cara berpikirtentang kata-kata, struktur kalimat dan secara bertahap anak akan mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat, serta dapat menerapkan berbagai aturantata bahasa secara tepat.

  1. C. Perkembangan Fisik Usia 7-12 Menurut John W. Santrock
  2. Pertumbuhan dan perubahan tubuh

Selama tahun-tahun sekolah dasar, anak tumbuh rata-rata 2 hingga 3 inci setahun. Pada umur 8 tahun rata-rata anak perempuan dan anak laki-laki tingginya 4 kaki 2 inci. Selama tahun-tahun kanak-kanak tengah dan akhir, anak bertambah berat sekitar 5 hingga 7 pon setahun. Rata-rata anak perempuan dan laki-laki berumur 8 tahun beratnya 56-pon (National Center for Health Statistics, 2004). Peningkatan berat ini terutama disebabkan oleh peningkatan dalam ukuran sistem kerangka tulang dan otot, juga ukuran beberapa organ tubuh. Massa dan kekuatan otot secara bertahap meningkat saat “lemak bayi” berkurang pada masa kanak-kanak tengah dan akhir.

Gerakan yang lemah dan kondisi kaki yang bengkok di masa kanak-kanak awal digantikan oleh kekuatan otot yang meningkat di masa kanak-kanak tengah dan akhir. Anak juga menggandakan kapasitas kekuatannya selama tahun-tahun ini. Peningkatan dalam kekuatan otot disebabkan oleh hereditas dan karena olahraga. Karena memiliki sel otot lebih banyak, anak laki-laki cenderung lebih kuat daripada perempuan.

Perubahan dalam proporsi adalah salah satu di antara perubahan fisik yang paling dikemukakan dalam masa kanak-kanak tengah dan akhir. Lingkar kepala, lingkar pinggang, dan panjang kaki menurun dalam hubungannya dengan tinggi badan. Perubahan fisik yang kurang diperhatikan adalah bahwa tulang terus menguat selama masa kanak-kanak tengah dan akhir; meskipun demikian, tulang tersebut rapuh terhadap tekanan dan lebih mudah luka dibandingkan tulang yang sudah matang.

  1. Menggambarkan bagaimana otak berubah

Sepanjang masa kanak-kanak, otak tidak tumbuh secepat pada masa bayi; meskipun demikian, otak dan kepala masih tumbuh lebih cepat daripada anggota tubuh lain. Beberapa peningkatan otak dalam ukuran disebabkan oleh myelinasi, dan beberapa disebabkan oleh peningkatan dalam jumlah dan ukuran dendrit. Otak anak mengalami ledakan pertumbuhun yang cepat antara usia 3 dan 15 tahun (Thompson dkk, 2000).

Ukuran otak seluruhnya tidak berubah secara dramatis, tetapi pola lokal berubah. Jumlah materi otak pada beberapa daerah dapat menjadi dua kali lipat sedikitnya dalam satu tahun, diikuti oleh hilangnya jaringan secara drastis saat sel-sel yang tidak diperlukan dibuang dan otak terus mengatur diri. Dari umur 3 hingga 6 tahun, pertumbuhan yang paling cepat terjadi di area lobus frontal yang terlibat dalam perencanaan dan pengaturan tindakan baru dan dalam mempertahankan perhatian terhadap tugas. Dari umur 6 tahun hingga masa puber, pertumbuhan yang paling dramatis terjadi dalam lobus temporal dan parietal, khususnya pada area yang memainkan peran utama dalam bahasa dan hubungan spasial.

  1. Pola tidur berubah seiring dengan perkembangan anak

Sebagian besar anak-anak tidur sepanjang malam dan memiliki satu kali tidur siang. Kadang-kadang, sulit untuk mengajak anak kecil tidur karena mereka senang memperpanjang rutinitas sebelum tidur. Membantu anak bersantai sebelum waktu tidur sering membantu mengurangi keengganan anak berangkat tidur. Membacakan anak sebuah dongeng, bermain diam-diam dengan anak saat mandi, atau membiarkan anak duduk di pangkuan pengaruhnya saat mendengarkan musik merupakan aktivitas yang rnenenangkan.

Banyak dari masalah tidur ini mirip di seluruh budaya, seperti keengganan berangkat tidur, terjaga di tengah malam, mengantuk di siang hari, dan waktu tidur yang kurang.

Anak perempuan menghabiskan lebih banyak waktu tidur daripada anak laki-laki. Demikian pula tekanan keluarga dihubungkan dengan tidur yang buruk, seperti terjaga di malam hari, pada anak.

Masalah tidur yang sering mengganggu anak menurut (Boyle & Cropley, 2004; Heussler, 2005; Ivanenko, Crabtree, & Gozal, 2004):

  1. Mimpi buruk adalah mimpi yang menakutkan yang nernbangunkan si tidur, sering kali menjelang pagi. Hampir semua anak memiliki mimpi buruk yang tidak teratur datangnya, tetapi mimpi buruk yang menetap dapat mcngindikasikan bahwa anak tersebut merasakan terlalu banyak tekanan.
  2. Teror di malam hari digambarkan oleh rangsangan yang tiba-tiba dari tidur dan ketakutan yang amat sangat, biasanya diiringi reaksi fisiologis, seperti detak jantung dan nafas yang cepat, teriakan keras, keringat yang berlebihan; dan gerakan fisik. Dalam sebagian besar kasus, anak memiliki sedikit atau bahkan tidak ada ingatan mengenai apa yang terjadi selama teror di malam hari tersebut. Teror di malam hari tidak terlalu umum terjadi dibandingkan mimpi buruk dan terjadi lebih sering dalam tidur yang nyenyak daripada mimpi buruk. Banyak anak yang mengalami teror di malam hari kembali tidur cukup cepat. Gangguan tidur tidak diyakini mencerminkan masalah emosional pada anak.
  1. Kesehatan di masa kanak-kanak

Pada hampir seluruh bagian, masa kanak-kanak tengah dan akhir merupakan masa kesehatan yang prima. Penyakit dan kematian tidak terlalu sering terjadi dalam periode ini dibandingkan dengan pada masa kanak-kanak awal dan masa remaja.

Penyebab utama kematian pada anak usia antara 6-12 tahun yaitu:

  1. Kecelakaan kendaraan bermotor, sebagai pemakai jalan atau penumpang, merupakan penyebab cedera serius dan kematian yang peling umum pada masa kanak-kanak tengah dan akhir (National Center for Health Statistics, 2004). Ketertarikan dalam mengendarai sepeda meningkatkan risiko kecelekaan bagi anak usia sekolah. Cedera serius lain sering melibatkan papan skate dan alat olahraga lain.

Strategi yang paling efektif untuk mencegah cedera (atau menurunkan keseriusan cedera) dari kecelakaan adalah :

  • menggunakan sabuk pengaman di dalam mobil
  • untuk mendidik anak mengenai bahaya mengmabil risiko dan penggunaan peralatan yang tidak sesuai kegunaan
  • Helm pengaman yang sesuai, pelindung mata dan mulut, dan penutup pelindung disarankan bagi anak yang melakukan olahraga aktif.
  1. Kanker merupakan penyebab utama kematian nomor dua pada anak usia 5 hingga 14 tahun. Tiga persen dari seluruh kematian dalam periode usia ini disebabkan oleh kanker. Kini, 1 dari setiap 330 anak di Amerika Serikat terjangkit kanker sebelum usia 19 tahun. Lebih lanjut insiden kanker pada anak meningkat (Negalia dkk, 2001).

Kanker anak memiliki ciri yang berbeda dengan kanker dewasa. Kanker dewasa utamanya menyerang paru-paru, usus, payudara, prostat dan pankreas. Kanker anak utamanya menyerang sel darah putih (leukemia), otak, tulang, sistem limpa, otot, ginjal, dan sistem saraf.

Kanker yang paling umum pada anak adalah-leukemia, kanker pada jaringan yang membuat sel darah merah. Pada leukemia, sumsum tulang membuat setumpuk sel darah putih yang tidak berfungsi dengan baik. Sel darah putih tersebut melampaui jumlah sel normal, membuat anak rentan terhadap meinar dan infeksi.

Sumber:
Suryabrata, Sumadi. Psikologi Kepribadian. 1966. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

About indri_irmy

wants to be a good elementary teacher

Posted on Desember 30, 2011, in knowledge. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: