KETERGANTUNGAN MAKHLUK HIDUP


 

  1. A.    SALING KETERGANTUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK

Ekosistem tersusun dari beberapa komponen. Antara komponen-komponen ekosistem terjadi saling ketergantungan, yang berupa makan dimakan, atau dalam bentuk persekutuan hidup. Makhluk tergantung pada lingkungannya, baik lingkungan abiotik atau biotik. Keadaan komponen abiotik yang sesuai bagi satu jenis makhluk berbeda untuk jenis makhluk yang lainnya. Dalam ekosistem lingkungan abiotik sangat menentukan jenis-jenis makhluk yang dapat sesuai dengan lingkungan tertentu.

Di daerah sekitar muara sungai, tanahnya berlumpur dan hampir selalu tergenang air. Kadar garam tinggi dan kandungan oksigen dalam tanah rendah. Di daerah berlumpur, tumbuhan bakau merupakan salah satu tumbuhan yang khas. Mempunyai ciri yang khas pada struktur akar dan cara berkembangbiaknya. Tumbuhan dan hewan yang hanya ada di daerah pegunungan hidupnya tergantung pada keadaan suhu yang cukup rendah. Cacing yang hidup di dalam tanah akan menyebabkan adanya rongga-rongga dalam tanah. Rongga-rongga tersebut akan terisi oksigen sehingga kadar oksigen dalam tanah bertambah.

Di daerah yang banyak pohon terasa lebih sejuk dibandingkan dengan yang jarang ada pohonnya. Pohon-pohon yang besar dapat mempengaruhi suhu suatu tempat. Dari hal-hal di atas tampak bahwa komponen biotik dan abiotik itu saling mempengaruhi. Ada saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik.

Gambar 3.1 Ekosistem

Saling ketergantungan dapat terjadi antara:

  1. Komponen biotik dengan biotik yang lain, seperti:
    1. Saling ketergantungan antara mahkluk hidup yang sejenis

Hewan jantan dengan hewan betina untuk dapat berkembangbiak

Semut yang satu dengan semut lain saat membawa makanan

  1. Saling ketergantungan antara mahluk hidup yang tak sejenis

Bunga membutuhkan kupu-kupu untuk melakukan penyerbukan

Ulat membutuhkan tumbuhan untuk makanannya

  1. Komponen biotik dengan abiotik, seperti:

Tumbuhan hijau membutuhkan air, CO2, dan sinar matahari untuk proses fotosintesis

Semua mahluk hidup membutuhkan O2 untuk bernafas.

 

  1. B.     RANTAI MAKANAN

Dalam suatu ekosistem terjadi proses makan dimakan. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dalam urutan tertentu berupa garis linier. Pada rantai makanan terjadi perpindahan energy dari produsen ke konsumen 1, dari konsumen 1 ke konsumen 2, dan seterusnya. Rangkaian makan yang satu alur terjadi bila satu macam produsen dimakan oleh satu macam konsumen pertama dan pada gilirannya dimakan oleh satu macan konsumen kedua. Makan dan dimakan tadi mungkin tidak berhenti pada konsumen kedua karena ada konsumen yang makan konsumen kedua tadi. Dalam hal ini pemakan konsumen kedua disebut konsumen ketiga. Konsumen  yang menjadi pemakan terakhir dikenal sebagai konsumen puncak. Urutan peristiwa makan dan dimakan di atas dapat berjalan seimbang dan lancar bila seluruh komponen tersebut ada. Bila salah satu komponen tidak ada, maka terjadi ketimpangan dalam urutan makan dan dimakan tersebut.

Agar rantai makanan dapat terus berjalan, maka jumlah produsen harus lebih banyak daripada jumlah konsumen kesatu, konsumen kesatu lebih banyak daripada konsumen kedua, dan begitulah seterusnya. Ada satu lagi komponen yang berperan besar dalam rantai makanan, yaitu pengurai. Pengurai adalah makhluk hidup yang menguraikan kembali zat-zat yang semula terdapat dalam tubuh hewan dan tumbuhan yang telah mati. Hasil kerja pengurai dapat membantu proses penyuburan tanah. Contoh pengurai adalah bakteri dan jamur. Berikut contoh rantai makanan:

Gambar 5.1 Rantai Makanan

Rantai makan dapat terjadi di ekosistem manapun. Dalam ekosistem air pada umumnya yang menjadi produsen yaitu jenis ganggang yang disebut fitoplankton. Fitoplankton merupakan tumbuhan kecil yang melayang-layang di air. Fitoplankton sebagai produsen akan dimakan oleh zooplankton yang berupa hewan kecil-kecil. Zooplankton akan dimakan oleh ikan kecil dan akhirnya ikan kecil dimakan ikan besar. Dari rantai makanan tersebut yang menjadi konsumen pertama yaitu zooplankton.  Agar lebih jelas, berikut ini contoh ekosistem yang terjadi di perairan:

fitoplankton          zooplankton         ikan kecil         ikan besar

Pada akhir pada akhirnya semua makhluk yang menjadi bagian dari suatu rangkaian makan dimakan tadi akan mati dan semuanya akan diuraikan oleh pengurai. Konsumen terakhir tersebut merupakan konsumen puncak karena tidak ada yang memakannya. Konsumen puncak mati bukan karena dimakan. Pengurai dalam ekosistem tergantung pada produsen dan konsumen yang mati.

  1. C.    JARING-JARING MAKANAN

Pada kenyataannya di alam tidak pernah terjadi bahwa satu macam produsen hanya dimakan oleh satu macam konsumen pertama. Yang sering terjadi adalah satu macam produsen dimakan oleh beberapa macam konsumen pertama dan satu macam konsumen pertama dimakan oleh beberapa konsumen kedua. Demikian pula satu macam konsumen tidak hanya tergantung pada satu macam makanan saja. Pada umumnya kambing tidak hanya makan rumput tetapi juga makan dedaunan beberapa jenis tumbuhan.

Daun-daun yang menjadi makanan kambing dapat juga menjadi makanan ulat, belalang atau herbivora lain. Apabila disimak dengan baik tenyata hubungan makanan yang saling berhubungan tersebut dinamakan jaring-jaring makanan.  Jaring-jaring makanan yaitu sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan. Hal ini bisa terjadi karena produsen tidak hanya dimakan oleh satu jenis konsumen dan sebaliknya konsumen tidak hanya tergantung dari satu macam produsen.

Seperti halnya rantai makanan, jaring-jaring makanan juga dapat ditemui dalam ekosistem darat dan air.

Contoh:

Kambing         Manusia

Rumput

Ulat                 Burung

Ular            Pengurai

Ayam              Kucing

Padi

Tikus

Gambar 6.1 Jaring-jaring Makanan

  1. D.    PIRAMID EKOLOGI

Jaring-jaring makanan tertentu kadang-kadang sangat rumit untuk dapat digambarkan secara jelas rangkaian makan yang ada dalam ekosistemnya. Jaring-jaring makanan juga tidak dapat menunjukkan jumlah komponen biotik yang berada dalam satu rantai makanan tadi. Satu cara yang digunakan untuk menunjukkan jumlah tiap bagian yaitu dengan suatu piramid ekologi.

Dalam piramid ekologi jumlah tiap kelompok komponen biotik digambarkan dalam bentuk balok melintang. Panjang balok melintang sebanding dengan jumlah komponen biotik yang digambarkan. Balok bagian bawah yaitu bagian produsen selalu lebih panjang dari bagian atasnya.

Agar jaring-jaring makanan dalam jaring-jaring kehidupan dapat berlanjut, maka massa produsen harus lebih banyak dari masa konsumen I, massa konsumenI  harus lebih banyak dari massa konsumen II, dan seterusnya. Bila digambarkan maka akan terbentuk piramida makanan. Jadi piramida ekologi  adalah peristiwa makan dan dimakan yang tersusun berdasarkan massa organism, dengan urutan dari bawah ke atas, dimulai dari produsen-konsumen I- konsumen II, dan seterusnya.

Berikut ini gambar piramid ekologi:

Gambar 7.1 Piramid Ekologi

  1. E.     POLA INTERAKSI ORGANISME

Pada suatu ekosistem, interaksi tidak hanya pada rantai makanan maupun jaring-jaring makanan. Adapula interaksi yang bukan merupakan hubungan makan dimakan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai hubungan lain yang bukan merupakan hubungan makan dimakan:

  1. Predasi

Adalah hubungan makan dan dimakan antara produsen dengan konsumen I, konsumen I dengan konsumen II, dan seterusnya.

Contoh:

  1. Ikan kecil dimakan ikan besar
  1. Banteng dimakan singa

Gambar 8.1 Predasi

  1. Kompetisi adalah pola interaksi dua  organisme atau lebih yang sifatnya persaingan atau perebutan dalam mencukupi kebutuhan makanan yang sama dan tempat hidup. Tumbuhan membutuhkan cahaya matahari, air, mineral, dan ruang untuk tumbuh. Hewan membutuhkan makanan juga tempat untuk berlindung.

Contoh:

  1. Sapi,kelinci,kambing berebut untuk mendapatkan rumput.
  2. Kompetisi jagung dengan kacang untuk mendapatkan unsur hara.
  3. Rumput teki, rumput gajah, dan ilalang berebut untuk mendapat air, zat mineral, gas O2 dan CO2.

Gambar 8.2 Kompetisi

Jadi, kompetisi akan terjadi meskipun tidak ada kontak langsung antara yang berkompetisi.

  1. Simbiosis adalah hubungan timbal balik yang sangat erat antara dua atau lebih organism yang berbeda jenisnya. Ada beberapa macam hubungan simbiosis yaitu:
    1. Simbiosis komensalisme yaitu hubungan timbal balik antara dua macam organisme, dengan satu jenis mendapat keuntungan sedangkan jenis yang satu lagi tidak dirugikan.

Contoh:

1)

Ikan remora dengan ikan hiu. Ikan remora yang berenang di dekat tubuh ikan hiu akan turut menjelajah ke mana pun ikan hiu itu pergi. Ikan remora menjadi aman dari ancaman ikan pemangsa lain karena ikan pemangsa takut terhadap ikan hiu. Sedangkan bagi ikan hiu, ada tidaknya ikan remora tidak berpengaruh terhadapnya.

Gambar 9.1 Ikan Remora dengan ikan hiu

2)      Anggrrek hidup secara epifit pada pohon kamboja dengan menempel mendapat banyak cahaya, air, juga zat-zat yang diperlukan. Sehingga angrrek mendapat keuntungan namun kamboja tidak dirugikan.

Gambar 9.2 Anggrek menempel pada pohon kamboja

  1. Simbiosis parasitisme yaitu hubungan timbal balik antara dua macam organisme, yang mana organisme  satu mengambil makanan dari makhluk lain, dapat dikatakan juga bahwa organisme satu mendapat untung sedangkan organism lain merasa dirugikan. Parasit umumnya lebih kecil dari inangnya dan menjalani hidupnya sebagian besar pada inangnya. Selama parasit menempel pada inang selama itulah ia mengambil makanan darinya.

Contoh:

1)      Tali putri dengan beluntas

2)      Benalu dengan inang

Gambar 10.1 Benalu dengan inang

3)      Cacing kremi dalam perut manusia

4)      Bunga raflesia mengisap makanan yang dibuat tumbuhan inangnya. Akibatnya, bunga raflesia dapat tumbuh subur, sedangkan tumbuhan inangnya lama kelamaan akan mati.

  1. Simbiosis mutualisme yaitu hubungan timbal balik antara dua macam organisme yang berbeda, dimana keduanya saling mendapatkan untung.

Contoh:

1)      Rhizobium diakar tumbuhan polong

Rhizobium adalah bakteri yang dapat mengikat unsur N dari udara bebas. Tumbuhan memperoleh nitrogen lewat Rhizobium yang mengikat N tersebut.

Gambar 10.2 Rhizobium di akar polong

2)      Seekor kerbau dengan burung jalak. Kerbau memperoleh keuntungan dengan habisnya kutu yang menempel di tubuhnya, sedangkan burung jalak merasa untung karena mendapatkan makanan berupa kutu.

Gambar 10.3 Kerbau dengan burung jalak

3)      Hubungan antara kupukupu atau lebah dengan tanaman berbunga.  Kupukupu dan lebah membutuhkan nektar yang terdapat pada bunga sebagai makanannya. Bunga membutuhkan kupu-kupu atau lebah untuk  membantu terjadinya proses penyerbukan.

Gambar 11.1 Kupu-kupu menghisap madu bunga

  1. Antibiosis adalah hubungan antara dua makhluk hidup, organisme yang satu menghambat pertumbuhan yang lain. Contoh: hubungan antara jamur dengan Pennicillium notatum dengan jamur/bakteri tertentu. Pennicillium adalah jenis jamur yang dapat menghasilkan zat anti biotika penicillin, bakteri atau jamur yang hidup bersama akan terhambatpertumbuhannya bahkan ada yang mati. Mak, manusia memanfaatkan zat antibiotika untuk mengobati penyakit. Semua organism yang menghambat pertumbuhan organism lain dinamakan antibiosis.

Gambar 11.2 Antibiosis

  1. Netral adalah pola interaksi dua atau lebih makhluk hidup bersama dalam suatu habitat, namun tidak saling merugikan atau menguntungkan. Hal ini dikarenakan mereka tidak saling berebut sumber daya alam yang sama.

Gambar 11.3  Semut

DAFTAR PUSTAKA

Rositawaty, S. (2008). Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4. Semarang: PT. Masscom Graphy.

Sumarwan, dkk. (2002). Sains Biologi SLTP Kelas 1. Jakarta: Erlangga.

About these ads

About indri_irmy

wants to be a good elementary teacher

Posted on Desember 31, 2011, in knowledge. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: